LOMBOK – Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 di Lapangan Bhakti, Puyung, Kecamatan Jonggat, Selasa (6/5/2015).
Kegiatan ini mengusung tema “Dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan di wilayah” sebagai wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait dan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada diLombok Tengah.
“TMMD ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami berharap masyarakat dapat terlibat aktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” kata Wabup.
Program TMMD ke-124 di Lombok Tengah akan berlangsung selama satu bulan, meliputi kegiatan fisik seperti pembukaannjalan baru, jalan tani, pemasangan gorong gorong, Pentalutan dan pemasangan plat deker, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Selain itu, terdapat pula kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, kesehatan, rekrutmen Prajurit dan pemberian bansos untuk warga kurang mampu dan pemberian nutrisi untuk stunting serta ibu hamil.
Di tempat yang sama, Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti menjelaskan bahwa TMMD kali ini menyasar delapan desa di enam kecamatan dengan target kegiatan fisik dan non fisik yang meliputi pembangunan jalan baru dan jalan tani sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui TMMD, kami ingin hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan pembangunan di desa. Kami juga ingin membangun semangat gotong royong dan kebersamaan,” tegasnya.
Dengan dibukanya TMMD ke-124 ini, diharapkan tercipta percepatan pembangunan yang merata serta hubungan yang semakin erat antara TNI, pemerintah, polri dan masyarakat.
“Dengan harapan semoga kegiatan TMMD ke-124 tahun 2025 ini berjalan sukses dan lancar serta dapat bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat Lombok Tengah,” pungkasnya.(red)





