LOMBOK – Kasus TBC perlahan meningkat di Kabupaten Lombok Tengah. Sekarang datanya ada 430 orang dinyatakan positif TBC.
“Jadi target pemeriksaan sekitar 3.000 dalam satu tahun ini. Karena proporsi jumlah penduduk kita yang tinggi, kita nomor dua terbanyak di NTB setelah Lombok Timur,” ungkap Kabid Pengendali Penyakit dan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Lalu Putrawangsa, Selasa (3/6/2025).
Di tengah banyaknya kasus TBC, dinas kesehatan terus menggenjot upaya penanggulangan TBC melalui skrining masif. Tingginya beban kasus dan jumlah penduduk menjadi dasar penetapan target temuan TBC di Lombok Tengah.
“Kalo bicara TB itu target penemuan terduga TB di Loteng harus melakukan screening masif. Kita ditargetkan sekitar 2.970 untuk orang terduga TB yang harus screening selama satu tahun. Jadi minimal itu harus kita periksa sebanyak 20 ribu orang yang terduga, bukan positif ya,” tegasnya.
“Artinya mungkin di satu kampung itu ada kasus TB positif, nah ini 20 orang di sekitar itu harus kita periksa. Jadi ini yang menjadi target kita,” tambahnya.
Menurut Putrawangsa, perhitungan target tersebut mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Dan potensi itu karena kasus kita, hitung-hitungannya memang dari Kemenkes. Proporsi jumlah penduduk, kemudian dilihat dengan status sosial, karena itu berpengaruh terhadap penularan TB. Mungkin lingkungan tidak sehat bisa jadi cepat penularannya, atau juga faktor sosialnya, hidupnya berumah satu KK satu rumah. Rumahnya, makannya ngumpul tidurnya ngumpul sama-sama bisa jadi itu penularannya cepat. Makanya hitung-hitungannya memang kita terima hitungan baku,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya optimisme terhadap pencapaian target jika dilihat pada triwulan I ini sudah sekitar 23 persen yang positif TB dari target yang sudah dicapai. Maka dari itu, pihaknya sangat optimis sampai dengan akhir tahun 2025 kita sesuai dengan target.
“Untuk target SPM-nya, kita harus temukan 90 persen baru dianggap maksimal bahwa pekerjaan orang-orang kesehatan itu berjalan dengan baik,” pungkasnya.(hil)





