Pemerintah Cuekin Jalan Rusak depan Pasar Renteng, Urusan Retribusi Paling Getol

oleh -1218 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kondisi jalan rusak depan Pasar Renteng sejak tahun 2025 sampai sekarang.

 

LOMBOK – Pemerintah kabupaten bahkan Provinsi NTB mengabaikan kondisi jalan rusak di depan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Kondisi jalan rusak di depan Pasar Renteng, Kecamatan Praya sejak 2025. Mirisnya, sampai sekarang tidak pernah dilakukan perbaikan.

Sementara itu, urusan penarikan retribusi atau sumber PAD di Pasar Renteng pemerintah tidak pernah mau telat. Baik dari sumber parkir kendaran, hingga kepada pedagang di Pasar Renteng.

 

Lurah Renteng, H. Jumanem membenarkan kondisi jalan rusak depan Pasar Renteng ini. Dia mengatakan bahwa kerusakan parah terjadi sejak tahun 2025 akibat meluapnya air selokan yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan.

Baca Juga  Dubes Ungkap Situasi Terkini Palestina di Hadapan Wali Kota Mataram

 

Jumanem mengaku pihak kelurahan tidak pernah melaporkan secara resmi kondisi ini disebabkan keterbatasan kapasitas. Kendati demikian, jalan rusak tersebut dikatakannya sudah diketahui oleh banyak pihak, termasuk pejabat dari daerah hingga tingkat provinsi.

 

“Kerusakannya sudah lama dan makin parah. Semua sudah tahu, baik dari pemerintah daerah maupun provinsi. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” tegasnya di hadapan jurnalis Koranlombok.id, Rabu (10/7/2025).

Baca Juga  PDAM Loteng Ajukan Pinjaman 120 Miliar untuk Bangun SPAM

 

Menurut Jumanem, keluhan masyarakat sangat banyak terhadap jalan rusak depan Pasar Renteng ini. Bahkan beberapa warga menimbun secara mandiri lubang-lubang di jalan agar lebih mudah dilalui.

 

Jumanem menegaskan, ada dua titik jalan rusak di wilayah Kelurahan Renteng, yakni di depan Pasar Renteng dan di wilayah Wakul. Dua lokasi itu rata-rata jalan rusak disebabkan drainase buruk, sehingga air meluap ke badan jalan.

Baca Juga  Rugi 10 Juta, Tanaman Petani Tembakau Dirusak di Pendem

 

“Pernah ada saran dari Pol PP untuk bersurat meminjam alat berat, tapi kami tidak punya dana untuk membiayainya,” sebutnya.

 

Lurah Renteng berharap agar pemerintah provinsi segera turun tangan melakukan perbaikan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.