Wanita Diduga Dibunuh Suaminya Bekerja di Bandara Lombok

oleh -1906 Dilihat
ILUSTRASI / DIBUNUH

 

 

LOMOK – Pihak Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok atau BIZAM membenarkan wanita diduga dibunuh oleh suaminya di Kekere, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Minggu (3/8/2025) merupakan karyawati di Bandara Lombok.

Korban inisial BMPF, usia 28 tahun ditemukan tewas di rumahnya setelah diduga kuat dibunuh oleh suami sendiri inisial FA, 36 tahun.

“Betul, korban merupakan karyawan di Bandara Lombok di bawah PT Angkasa Pura Support,” terang Humas Bandara Lombok, Angga Maruli saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Senin (4/8/2025).

Baca Juga  Ribuan Wisatawan Menyemut di Air Terjun Benang Stokel

Dijelaskan Angga, BMPF bekerja di bagian operasional Bandara Lombok. “Lebih detail bisa tanyakan ke APS karena almarhum statusnya pegawai APS,” jawabnya singkat.

 

 

Informasi yang diterima Koranlombok.id, korban baru saja pulang dari tempat kerja. Korban ditemukan masih mengenakan seragam kerja di bandara.

Wanita berusia 28 tahun itu tewas setelah cekcok dengan suaminya yang berujung kekerasan fisik.

Baca Juga  Gegara Villa Illegal, Pemkab Lombok Tengah Rugi 2,16 Miliar

Korban baru pulang bekerja di bandara,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, IPTU Luk Luk II Maqnun.

Diceritakan Luluk, pertengkaran dimulai dari kecurigaan soal perselingkuhan. Pelaku yang tak puas dengan jawaban istrinya, justru mencegah korban keluar rumah dan melakukan tindak kekerasan—mencekik korban hingga kehilangan kesadaran.

Yang memilukan, pelaku sempat menyelimuti tubuh istrinya, mengira hanya pingsan. Tapi waktu berjalan, dan ia tak kunjung bangun.

Baca Juga  Bagi-bagi Dana Transfer PT AMNT 74 Miliar, Pemkab Lombok Tengah Dilaporkan ke Polda

FA lalu memanggil adiknya, yang kemudian memanggil kakaknya seorang dokter. Dari pemeriksaan awal, korban ternyata telah meninggal dunia. Tanpa kabur, FA akhirnya menyerahkan diri ke Polres Lombok Tengah dan kini tengah diperiksa intensif oleh penyidik.

“Jenazah BMPF dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk keperluan autopsi, guna memperjelas penyebab pasti kematian,” kata Kasat.(red)

 

 

 

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.