LOMBOK – Pada pertengahan musim kemarau tahun 2025. Kabupaten Lombok Tengah masih berstatus siaga tanggap kekeringan. Status ini belum dinaikkan menjadi siaga kekeringan disebabkan permintaan air bersih dari masyarakat minim.
Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Ma’ruf menyebutkan. Sampai sekarang baru dua kecamatan yang mengajukan permintaan air bersih. Di antaranya, Kecamatan Jonggat dan Praya Timur.
“Untuk persediaan air masih mencukupi untuk melayani permintaan ini,” ungkapnya kepada media di kantornya, Selasa (13/8/2025).
Ridwan menjelaskan, BPBD Lombok Tengah telah menyiapkan 350 tangki air bersih yang anggarannya bersumber dari APBD. Stok ini hanya untuk kebutuhan konsumsi, bukan untuk mengairi sawah.
Menurut Ridwan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Jumlah permintaan air bersih saat ini relatih lebih sedikit. Dia mencontohkan, beberapa bulan lalu sudah ada permintaan, namun ketika masyarakat mulai menanam tembakau hujan masih turun di sebagian wilayah.
“Kalau di kabupaten lain seperti KLU dan Lombok Timur sudah menetapkan status kekeringan. Sedangkan di Lombok Tengah walaupun ada permintaan, jumlahnya belum banyak,” bebernya.
Ditambahkan Ridwan, BPBD Lombok Tengah akan menaikkan status menjadi siaga kekeringan jika permintaan air bersih meningkat signifikan.(hil)






