LOMBOK – Statement Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Ruslan – Normal, Suhaimi soal motor dinas untuk kepala dusun direspons santai Lalu Pathul Bahri.
“Tapi apapun itu ya teman-teman calon ini saya anggap baik-baik, saya biasa saja kalau misal tim beliau (Ruslan-Normal) yang mengatakan kurang bagus, ya silakan saja,” terang Pathul kepada media, Senin (2/9/2024).
Ditegaskan Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu, pemberian motor dinas untuk kepala dusun bukan merupakan bonus. Akan tetapi untuk meningkatkan etos kerja mereka bertugas melayani masyarakat di masing-masing wilayah.
Pathul menerangkan, pemberian kendaraan dinas bukan kepada seluruh perangkat desa, namun yang memiliki prioritas tugas dan tanggungjawab tertentu. Sebab, APBD yang terbatas dan masih banyak bidang lain yang perlu diprioritaskan.
“Perlu kita hitung agar tidak mengganggu APBD,” katanya.
Sementara sentilan calon Bupati Lombok Tengah Ruslan Turmuzi yang menyebutkan adanya tekanan ASN dilakukan oleh penguasa dibantah keras Pathul.
“Siapa? Bisa dikonfirmasi, justru ASN paling enjoy,” katanya sembari berseloroh.
Menurut Pathul, pasangan calon Ruslan Turmuzi dan Normal Suzana merupakan orang baik yang juga memiliki cita-cita sama dengan Pathul-Nursiah membangun Lombok Tengah yang semakin maju.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Lombok Tengah Ruslan – Normal, Suhaimi menyinggung motor dinas untuk kepala dusun yang diberikan pemerintahan Pathul-Nursiah. Ketua DPC PDIP itu menyebutkan, untuk Paslon Ruslan – Normal akan lebih menawarkan gagasan bukan bonus.
“Yang dibicarakan Pilkada dulu motor untuk Kadus, lama-lama motor untuk wartawan karena dianggap memiliki kontribusi besar untuk daerah, iya kan,” kata Suhaimi kepada awak media di halaman Kantor KPU Lombok Tengah, Kamis (29/8/2024).
Disampaikan Suhaimi, yang paling penting saat ini adalah kebutuhan dasar misalnya pelayanan publik, air minum, air lahan pertanian. Katanya, selama ini calon bupati dan wakil bupati tidak pernah ada yang membicarakan.
“Ini kebutuhan dasar. Kalau kami akan tawarkan bikin KTP tidak pakai calo lagi, kami tidak mau obral janji dan janji kan bonus lewat APBD atau sumbangan PNS,” tegasnya.
Kedepan, tim dari Ruslan – Normal akan menghimpun masyarakat Lombok Tengah yang bosan bicara bolak-balik tentang itu saja.
“Kami akan himpun Ponpes, jangan hanya mau diberikan hibah setiap tahun,” sentilnya.
Dalam kesempatan itu, Suhaimi menegaskan jika dalam Pilkada Lombok Tengah 2024 tidak ada head to head Ruslan – Normal dengan petahana. Namun apabila di perjalanan nanti terjadi perselisihan menurut dia hal wajar atau sebagai konsekwensi.
“Obral janji nanti kami pastikan tidak ada obral janji, karekter Paslon Ruslan – Normal ini tidak suka berjanji kami pastikan. Cara berpikir dan bertindak melalui data saja dan mengecek termasuk menganalisa,” pungkasnya.(red/nis)





