LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah daerah pemilihan Praya Timur – Pujut, Muhammad Maulidi mengaku setuju soal wacana Pasar Seni Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur dijadikan menjadi lokasi rumah sakit type D.
“Saya sependapat karena dengan wilayah yang luas, tempat yang cukup memadai dan parkirannya juga luas serta terjangkau dengan masyarakat yang berada paling ujung berbatasan dengan Lombok Timur dengan adanya rumah sakit ya merasa terbantu,” katanya kepada koranlombok.id, Selasa (19/8/2025).
Ditambahkannya, jika memang disetujui lokasi tersebut bakal dijadikan rumah sakit oleh Pemkab Lombok Tengah. Tentu perlu ada kajian yang matang soal hal tersebut, begitu juga soal kelayakan, izin dan hal lainnya nanti menjadi urusan Pemkab.
Dia melihat munculnya wacana tersebut akibat keresahan masyarakat karena tak kunjung dimanfaatkan fasilitas yang dibangun dengan anggaran milliaran tersebut.
“Kalau masalah layaknya atau bagaimana feasibility studies nya ya itu urusan Pemda, kalau saya ditanya apakah setuju atau tidak ya saya setuju jika ada rumah sakit,” tegasnya.
Sementara ini diketahui Pasar Seni Sengkerang belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan kondisi plafon sejumlah gedung telah rusak. Kata politisi Partai Bulan Bintang (PBB), hal ini menyebabkan sejumlah pengrajin yang ingin membuka lapak merasa terkendala, karena harus mengumpulkan uang dahulu untuk modal perbaikan agar tempat berjualan mereka bisa menarik. Selain itu juga karena minimnya jumlah produksi barang kerajinan yang akan dijajakan oleh mereka.
Dikatakan politisi muda itu, sempat ada diskusi dengan sejumlah pengrajin dan pengelola pasar seni tersebut bagaimana cara menarik wisatawab dapat berkunjung. Sehingga fungsi fasilitas tersebut dapat dimaksimalkan kedepan.
“Sejauh ini kan ada tiga desa yang jadi pemasok, ada Kopang, Janapria dan Pengonak cuma barangnya belum banyak. Di sentra itu kita harapkan harusnya itu jadi pusat semua masyarakat menjual hasil kerajinannya,” ujarnya.(nis)





