Tuntutan Pendemo, Transparansi Anggaran, Turunkan Gaji dan Audit Kekayaan DPR

oleh -1276 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Koordinator aksi saat orasi di depan Kantor DPRD Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK – Puluhan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Tastura (Himasta) melakukan aksi ke Kantor DPRD Lombok Tengah, Senin 1 September 2025.

Adapun tuntutan massa aksi. Diantaranya terkait transparansi anggaran, tunjangan anggota DPR, mendesak harta kekayaan anggota DPR diaudit, bebaskan pihak – pihak yang menyampaikan aspirasi tanggal 25, 28 dan 29 Agustus 2025.

 

“Hentikan represifitas kepada massa aksi, kita jangan ditindas, kita jangan dibungkam. Santai aja bisa kita tidak merusak, slow,” tegas Koordinator Umum Himasta, Lalu Ajik Darmawan dalam orasinya.

 

Selain itu, mereka juga menuntut reformasi di tubuh DPR dengan rincian. Harus ada audit yang transparan lewat Badan Anggaran DPR dan melaporkan setiap penggunaan anggaran setiap bulan kkepada rakyat.

Baca Juga  Kronologis Penangkapan Penimbun Solar Bersubsidi Warga Desa Kawo

 

Selanjutnya, rampingkan jumlah anggota DPR dan potong anggaran yang tidak urgent kepada rakyat. Tolak mantan narapidana sebagai calon anggota DPR, hapuskan perlakuan istimewa yang menyebabkan kesenjangan dengan masyarakat seperti sistem pengawalan khusus, tunjangan transportasi pribadi, tunjangan pensiun seumur hidup bagi DPR yang bekerja dalam satu periode.

 

“Turunkan gaji anggota DPR, maskimal lima kali upah minimum regional (UMR) disertai kejelasan dan transparansi gaji,” tegasnya.

 

Massa juga menuntut pemerintah membatalkan kenaikan pajak bumi bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) yang akan memberatkan masyarakat.

Baca Juga  Polisi Borgol Tiga Pencuri Motor Dinas Asal Praya

 

Berikutnya, adili pembunuh Affan Kurniawan yang dilindas oleh oknum polisi dan copot Kapolri. Berikan standar gaji yang layak bagi seluruh guru di Indonesia, serta transparansi secara jelas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

“Segera perbaiki jalan dan lampu yang rusak di Lombok Tengah, Lombok Tengah kota mati,” tudingnya.

 

Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Ramdan yang menemui massa berkomitmen meneruskan aspirasi mereka terutama soal pembangunan di daerah.

 

Ramadan mengapresiasi aksi yang berjalan tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Dalam aksi tersebut, pihaknya mencatat ada beberapa aspirasi soal pembangunan di Lombok Tengah seperti perbaikan sejumlah ruas jalan, perbaikan penerangan jalan umum (PJU) dan gaji guru honorer.

Baca Juga  Kejaksaan Ajukan Banding Vonis Terdakwa Korupsi Dana BLUD RSUD Praya

“Apa  yang jadi aspirasi massa tadi itu kan dibagi dua, ada yang kemudian bisa diselesaikan di tingkatkan Pemda Lombok Tengah dan ada yang bisa disampaikan ke pemerintah pusat, nah kita hanya menyambung aspirasi adik-dik ke pemerintah pusat sementara yang di sini bupati berkomitmen dengan DPRD untuk menyelesaikan tuntutan mereka,” kata Ramdan tegas.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.