Susu Kemasan MBG Kedaluwarsa, Pihak SDN 3 Mujur Bicara

oleh -1568 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sejumlah siswa terlihat sedang bermain di depan SDN 3 Mujur, Praya Timur.

 

 

LOMBOK – Pihak SDN 3 Mujur, Lombok Tengah mengklarifikasi terkait kabar susu kemasan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan kedaluwarsa.

 

Salah satu guru di SDN 3 Mujur yang menolak disebutkan namanya menegaskan, sekolah hanya sebagai perantara membagikan paket makanan tersebut yang dikirimkan setiap hari oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Sementara soal berita adanya siswa menerima susu kedaluwarsa, kata guru, pihak Puskesmas Mujur telah turun ke sekolah untuk memastikan. Pihak sekolah telah mencari sisa bungkus susu kemasan. Tapi pihak sekolah hanya menemukan dua bekas bungkus susu tertulis tanggal kedaluwarsa Juni 2026.

Baca Juga  Dewan Fraksi Golkar Dorong Pemkab Lombok Tengah Keruk Potensi PAD

 

Sementara salah satu siswa kelas 2 yang merasakan mual setelah meminum susu kemasan, pihak sekolah tidak mengetahui secara jelas karena bisa jadi mendapatkan kemasan susu yang berbeda dengan siswa lainnya.

“Saya selaku guru di sini hanya sebagai penyalur saja, MBG itu didrop ke sekolah kami kemudian selaku guru yang menyalurkan ke anak-anak mengenai kedaluwarsa atau tidaknya, kami tidak pernah memeriksa sehingga kami tidak tau,” katanya tegas.

Baca Juga  Presiden Jokowi Berikan Piala Penghargaan kepada Pj Bupati Lombok Barat

 

Ditambahkan narasumber ini, susu kemasan tersebut diberikan Rabu, 3 September 2025. Menu susu kemasan sebelumnya memang sering diberikan oleh SPPG selama dua kali dalam seminggu, ini menjadi menu favorit anak-anak.

 

Katanya, pihaknya baru mengetahui ada salah satu anak yang mengalami sakit setelah sebelumnya diberitahukan oleh Ketua Komite Sekolah.

Sementara itu untuk mengantisipasi adanya menu yang bisa menjadi keluhan orangtua, pihak SDN 3 Mujur tak bisa memberikan masukan karena bukan merupakan ranah mereka.

Baca Juga  Krisis Air, Warga di Lombok Timur Demo ke DPRD, Pemkab Hingga BPN

“Kami kan hanya penyalur saja ke anak-anak di sana ada tim gizinya yang lebih paham soal gizi, jadi kami tidak mau masuk ke hal-hal teknis seperti itu,” pungkasnya.

Jurnalis koranlombok.id mencoba menghubungi pemilik SPPG di Desa Sukaraja, Praya Timur yang memasok MBG kepada para siswa. Hingga berita ini tayang belum mendapatkan jawaban.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.