Elpiji 3 Kg Langka di Lombok Tengah, Apakah Ini Cara Licik?

oleh -2631 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Seorang sedang menurunkan elpiji 3 Kg yang kosong di gudang penjualan di Pasar Renteng.

 

 

LOMBOK – Elpiji subsidi 3 kilogram (Kg) kembali langka di wilayah Lombok Tengah. Kelangkaan terjadi sejak dua pekan lalu hingga sekarang. Belum ada yang mengetahui apa penyebab kelangkaan terjadi.

 

Melihat kondisi yang terjadi di tengah masyarakat, jurnalis Koranlombok.id melakukan penelusuran. Pertama pengakuan dari Admin Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Pusaka, Miranda Dwi Fitriani. Dia membenarkan tabung gas subsidi langka sejak dua mingguan.

Miranda menegaskan, dari 98 pangkalan yang tersebar di di Lombok Tengah dirinya mengklaim tidak ada pengurangan atau penambahan dari agen.

“Jadinya penyebab limit ini kita tidak tau apa,” ungkapnya, Jumat 12 September 2025.

 

 

Kata Miranda, terkait dengan jatah dari pihak Pertamina sendiri. Setiap bulan selalu sama, tidak ada pengurangan dan penambahan kecuali nanti jika ada tanggal merah baru ada.

“Kita juga bingung ini langka karena apa, mau dibilang karena acara Maulid, kita juga bingung,” katanya.

Baca Juga  Momen Libur, Ketua Komisi II Ingatkan Kadispar Baru Tingkatkan PAD

 

Dijelaskan dia, untuk pangkalan sudah dijadwalkan pengantaran masing-masing dengan jumlah armada lima. Dimana yang mengantarkan setiap hari dan itu mengisi titik-titik yang sudah ditentukan.

” Yang 98 pangkalan ini jadinya dia dibagi jatah. Misalnya pangkalan A hari Senin, Selasa pangkalan B begitu modelnya dan dalam satu hari itu bisa 5 sampai 6 pangkalan yang diturunkan untuk satu armada,” bebernya.

 

 

Katanya, jatah yang diberikan oleh Pertamina bervariasi. Ada yang diberikan 5 armada sehari, ada 6 armada sehari tergantung agent.

Kemudian untuk jatah yang diberikan setiap pangkalan, kata Miranda, jatah bervariasi dari mulai 50 tabung sampai dengan 200 tabung. Sebab, ada batas maksimal untuk pendropan ke setiap pangkalan selama satu bulan sesuai kontrak.

Ditambahkan Miranda, untuk harga diberikan pihak agent Rp 15.500. Sementara pangkalan menjual Rp 18 ribu. Namun ada juga jual lebih mahal yang disebabkan biata operasional.

Baca Juga  Dua JCH Asal Lombok Tengah Gagal Diterbangkan ke Tanah Suci Makkah

“Kalau pihak pengampas tapi harus sewajarnya kisaran 1 sampai 2 ribu,” tuturnya.

 

Miranda sempat membandingkan kelangkaan tahun 2024. Menurut dia lebih parah tahun sebelumnya dibanding sekarang.

“Kalau saya rasa kelangkaan tahun kemarin tidak sampai ada yang ngantre atau kelahi, tahun ini tidak terlalu langka,” yakinnya.

 

 

Pengakuan Pengecer Elpiji Subsidi

 

Terpisah, Koranlombok berhasil mewawancara beberapa pengecer elpiji 3 Kg. Meinah salah satu pengecer dari Kampung Meteng, Lingkungan Meteng, Kelurahan Prapen. Dia mengungkapkan kelangkaan gas elpiji ini sudah terjadi dua bulan lebih. Sejak mulai panen tembakau.

“Seperti biasa kalau sudah musim tembakau pasti langka,” ungkap dia, Jumat 12 September 2025.

 

Katanya, sekarang pihaknya dijatah. Dimana tergantung berapa jumlah tabung yang kosong dengan ada estimasi waktu diberikan dua kali seminggu. Akhir-akhir ini setelah kelangkaan terjadi, dia hanya diberikan sekali dalam seminggu dengan pemangkasan jumlah tong.

Baca Juga  Pimpinan Ponpes di Praya Timur Akan Lapor Balik, Joko Jumadi: Silakan Saja

 

“Kalau sekarang cuma sekali seminggu itupun jumlah tongnya dipangkas dan saya jual ke tetangga dekat kalaupun ada orang luar yang beli karena kepepet, baru saya bantu,” ceritanya.

Dikatakan Meinah, untuk harga sebelum limit dijual Rp 17 ribu dan setelah limit ddijual Rp 19 ribu.

 

Pengecer lainnya, Rauhun. Pengecer di Lingkungan Serengat Selatan, Prapen ini mengakui di tempatnya juga terjadi kelangkaan gas elpiji.

“Sudah dua bulan gas ini langka,” katanya.

Kata Rauhun, sebelum limit dirinya diberikan jatah 50 tong. Akan tetapi setelah limit adanya pengurangan menjadi 35 tong bahkan terkadang diberikan 40 tong. Harga sebelum limit dijual kepada masyarakat Rp 17 ribu dan setelah limit Rp 18.500.(hil)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.