LOMBOK – Jelang perhelatan event MotoGP 2025 pada Oktober mendatang. Aliansi Gerakan Reforma Agraria NTB akan melakukan aksi demo. Aksi demo akan dilaksanakan, Rabu 24 September 2025.
Adapun yang akan disuarakan dalam aksi nanti. Konflik agraria yang terjadi di NTB, seperti Kawasan Mandalika, Sembalun, dan wilayah lainnya. Aksi akan dipusatkan di Kantor Gubernur NTB.
Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria NTB, Khairudin menegaskan, pihaknya bersama aliansi tengah membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai elemen.
“Yang turun nanti masih belum pasti siapa saja karena ini masih berupa rencana dan kita sedang membangun komunikasinya,” ungkapnya kepada Koranlombok.id via telepon, Selasa 16 September 2025.
Ditegaskan Khairudin, tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi nanti polemik lahan di Mandalika yang sampai sekarang PT ITDC belum membayar lahan kepada masyarakat. Dalam persoalan ini, pihaknya tengah menginventarisasi permasalahan untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah provinsi.
“Isu besarnya adalah bicara soal konflik agraria di NTB,” tegas Khairudin.
Dalam aksi nanti, massa direncanakan berkumpul di Islamic Center sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur NTB. Secara teknis rute dan mekanisme aksi masih menunggu hasil konsolidasi.
Dia menambahkan, sebelumnya telah bertemu dengan perwakilan pemerintah provinsi NTB dan menyampaikan surat terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, termasuk potensi penggusuran, konflik lahan, dan dugaan pelanggaran HAM di Tanjung Aan.
“Kami meminta ITDC dan pemerintah provinsi mengadakan konsultasi bermakna yang melibatkan pakar, organisasi tani, LSM, dan akademisi,” katanya.
“Kami juga aksi dalam rangka hari tani nasional,” tutupnya.
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada satupun pejabat dari PT ITDC yang memberikan respons.
Sebelumnya, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto pernah menyampaikan kepada media terkait konfik lahan di Mandalika.
“Itu fenomena ya, menjelang ini ada saja orang-orang yang menggunakan hal ini untuk memblow up di media – media internasional, kami sudah siap kami selalu berkoordinasi dengan Pak Dandim jika ada pihak-pihak yang akan melakukan itu tetap kita akan redam agar tidak ada gangguan,” tegasnya, Rabu 10 September 2025.(hil/nis)






