Beras dan Rokok Pengaruhi Kemiskinan di Lombok Tengah

oleh -1430 Dilihat
FOTO ILUSTRASI MEROKOK

 

 

LOMBOK – Angka kemiskinan di Lombok Tengah diklaim turun 1,39 persen. Ini berdasarkan survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dari 12,0 persen pada tahun 2024 dan saat ini menjadi 10,68 persen tahun 2025 dari 1.092.000 jiwa penduduk.

 

Dalam jumpa pers, Kepala BPS Lombok Tengah, Saphoan di Kantor Bupati, Jumat 19 September 2025 mengungkapkan. Dimana tahun 2025 sejumlah komoditas yang mempengaruhi garis kemiskinan di antaranya, beras sebesar 26,7 persen di perkotaan dan 31,99 persen di perdesaan.

Baca Juga  Staf Wamen ATR/BPN Pernah Temui Kades Lantan dan Karang Sidemen

 

Selanjutnya, rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan 8,00 persen di perkotaan dan 5,50 persen di perdesaan.

Kemudian komoditas lainnya, telur ayam ras 4,39 persen di perkotaan dan 3,20 persen di perdesaan, daging ayam ras 3,73 persen di perkotaan dan 2,25 persen di perdesaan, cabe rawit 2,24 persen di perkotaan dan 2,98 persen di perdesaan.

“Gambaran data di atas menunjukkan bahwa masyarakat miskin sangat bergantung pada kebutuhan dasar makanan seperti beras, sementara rokok juga menjadi bagian signifikan dari pengeluaran mereka, membatasi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan non-makanan yang esensial seperti perumahan, pendidikan, dan Kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga  25 Organisasi Akan Turun Demo Besar-besaran di Mataram

 

Dijelaskan dia, angka garis kemiskinan justru naik sebesar 3,55 persen dimana per Maret 2025 masyarakat miskin memiliki pengeluaran sebesar Rp. 568.910 perkapita per bulan dari sebelumnya pada Maret 2024 pendapatan masyarakat miskin sebesar Rp 549.400.

“Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin,” terangnya.

Baca Juga  Dianaktirikan Pemerintah, Warga Tanam Pohon Pisang dan Padi Tengah Jalan di Lotim

Ditambahkannya, komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar. Baik pada garis kemiskinan perkotaan dan perdesaan, adalah perumahan 9,11 persen di perkotaan dan 11,72 persen di perdesaan, bensin 2,21 persen di perkotaan dan 2,39 persen di perdesaan, dan pendidikan 2,10 persen di perkotaan dan 1,26 persen di perdesaan.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.