LOMBOK – Personel gabungan dari Direktorat Polda NTB dan Polres Lombok Tengah melakukan penggerebekan di rumah terduga bandar narkoba di Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, Rabu 29 Oktober 2025 Pukul 02.30 Wita dini hari.
Dalam penggerebekan, polisi beroperasi di tiga dusun. Dusun Lekor Timuk, Lekor Tengak dan Lekor Derek. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu. Begitu juga menangkap belasan orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus narkoba.
Kepala Desa Lekor, Pathu Rijal mengungkapkan yang pihaknya ketahui ada kurang lebih 12 orang warga yang diamankan polisi. Dua orang diduga sebagai pembeli asal Jerowaru, Lombok Timur.
“Saya tidak hitung persis tadi,” ungkapnya via ponsel kepada Koranlombok.id.
Dikatakan Kades, sebelumnya masyarakat Desa Lekor telah lama merasa curiga dengan adanya peredaran barang haram tersebut. Dalam pengungkapan ini, pihaknya mengapresiasi kerja pihak kepolisian.
Selama operasi itu, tidak ada perlawanan dari masyarakat. Sekilas dirinya melihat sejumlah barang bukti yang diamankan yakni ada alat hisap, uang tunai, handphone, senjata tajam dan sejumlah barang lainnya.
“Kecurigaan masyarakat sudah cukup lama sekitar 5 atau 6 tahun lalu tapi yang dicurigai oleh masyarakat hanya segelintir tapi semakin banyak yang terindikasi,” cerita Kades.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan adanya penggerebekan di Desa Lekor.
“Iya memang benar tadi pagi sekitar pukul 02.30 WITA kami melaksanakan kegiatan penegakan hukum di Desa Lekor terkait kasus narkoba,” katanya.
Soal identitas para terduga pelaku yang lebih dari satu orang ini, masih proses identifikasi. Pihaknya belum bisa menyampaikan kepada media jumlah dan identitas mereka. Begitu juga barang bukti karena masih dalam tahap pengembangan.
“Nanti kami kabarkan kembali,” janjinya.
Dalam penggerebekan ini, ada ratusan personel gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba dan Sat Brimob Polda NTB, Polres Lombok Tengah hingga menurunkan anjing pelacak atau K9 untuk menyisir lokasi penggerebekan.(nis)







