LOMBOK– Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah tetap disalurkan pada momen libur sekolah. Bukankah ini namanya program pemaksaan untuk habiskan uang negara?
Kepala SDN Tampar Ampar, Khusnul Fitri menyampaikan, menurut keterangan pihak dapur pembagian jatah MBG untuk minggu ini dilaksanakan dengan sistem rapel. Jatah untuk hari Senin, Selasa, Rabu, dan Sabtu digabung dan dibagikan pada hari Senin, 22 Desember 2025. Sementara Kamis dan Jumat tidak dilakukan pembagian karena bertepatan dengan hari libur nasional atau tanggal merah.
“Untuk mekanisme minggu kedua selanjutnya kami masih menunggu,” ungkapnya saat ditemui Koranlombok.id di sekolah, Senin 22 Desember 2025.
Fitri menambahkan untuk waktu pembagian MBG tetap mengikuti jam sekolah aktif, yakni pukul 08.00 hingga 10.00 WITA.
“Kami meminta wali murid datang pada jam tersebut melalui pemberitahuan di grup WhatsApp, karena nasi jika lewat pukul 11.00 WITA akan cepat basi,” tegasnya.
Khusnul Fitri mengungkapkan antusiasme wali murid terhadap program MBG sangat baik. Hingga saat ini, pihak sekolah tidak menerima keluhan dari para orang tua siswa.
“Kalau dilihat dari absensi, semuanya antusias,” kata Khusnul Fitri.
Dia menambahkan, jumlah siswa penerima MBG di SDN Tampar Ampar mencapai 326 siswa. Untuk jenis makanan yang dibagikan terdiri dari satu menu basah dan tiga menu kering.
“Untuk hari Senin dibagikan makanan basah, sedangkan Selasa, Rabu, dan Sabtu dibagikan makanan kering yang dirapel dan dibagikan sekaligus,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala SDN 22 Praya Nurul Alpa mengatakan penyaluran MBG di SDN 22 Praya diliburkan hingga masuk sekolah.
“Ini yang saya bingungkan, ada juga yang tetap menganggarkan seperti SDN 7 Praya, tetapi untuk SDN 22 tidak ada,” tegasnya kepada Koranlombok.id.
Dia mengungkapkan bahwa SDN 22 Praya terakhir menerima MBG pada Rabu, 17 Desember 2025, sebelum tutup buku.
“Kami hanya sebagai penerima manfaat, tidak bisa ikut campur,” tegasnya.
Kepala MIN 1 Lombok Tengah, Munawir Khalil menyampaikan pembagian MBG pada hari libur berjalan lancar. Untuk mekanisme penyaluran, MBG dirapel dan dibagikan pada hari Senin, 22 Desember 2025.
“Kemarin pihak dapur sebenarnya menjadwalkan penyaluran pada hari Senin dan Kamis. Namun karena bertepatan dengan hari libur, akhirnya dirapel dan dibagikan pada hari Senin,” ujar Munawir via telpon.
Munawir mengungkapkan, pembagian MBG hari ini menuai sejumlah keluhan dari wali murid, terutama terkait menu yang dibagikan.
“Keluhannya hanya pada menu. Dalam perjanjian awal makanan yang diberikan adalah makanan kering, tetapi yang datang justru makanan basah seperti pisang dan salak, sementara porsi makanan keringnya kurang. Karena itu ada wali murid yang berkomentar bahkan memposting keluhan tersebut. Namun perlu kami sampaikan bahwa hal itu merupakan kebijakan dari dapur, sedangkan pihak sekolah hanya sebagai penerima,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk mekanisme penyaluran pada minggu kedua, pembagian MBG berpotensi dilakukan dua kali dalam sepekan apabila tidak ada hari libur atau tanggal merah.
Adapun terkait antusiasme penerima, pada hari pertama pembagian sebagian besar siswa hadir untuk mengambil MBG, meskipun ada juga yang tidak sempat datang.
“Bagi yang belum mengambil MBG pada hari Senin, kami umumkan melalui grup agar bisa mengambil di hari lain hingga hari Sabtu. Kendalanya tetap pada menu yang perlu diperbaiki, karena masih ada wali murid yang menyampaikan keluhan terkait hal tersebut,” pungkasnya.
Terakhir Kepala SDN 4 Praya, Hj. Suyatni menambahkan penyaluran MBG di sejumlah sekolah wilayah Praya disepakati untuk diliburkan saat hari libur sekolah. Kesepakatan tersebut diambil bersama oleh para penerima program melalui rapat kepala sekolah.
Suyatni, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena tidak memungkinkan untuk menghimpun siswa di hari libur.
“Disepakati oleh semua penerima MBG karena hari libur, tidak bisa kita himpun anak-anak di hari libur,” ujar Suyatni, Senin 22 Desember 2025.
Katanya, pihak sekolah sebelumnya telah diberikan pilihan terkait mekanisme penyaluran program tersebut. Namun, hasil kesepakatan bersama memutuskan untuk meliburkan penyaluran MBG.
Terkait teknis pelaksanaan dan kebijakan lebih lanjut, Hj. Suyatni menyebut hal tersebut menjadi kewenangan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Masalah ini pihak SPPG yang paling paham,” katanya.
Kesepakatan tersebut, lanjutnya, telah dibahas dan diputuskan dalam rapat kepala sekolah yang digelar di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Praya dan melibatkan SPPG Lombok Tengah Praya.
“Di rapat kepala sekolah waktu di Korwil sudah disepakati,” pungkas Suyatni.(hil)





