Harga Kebutuhan Pokok Turun Naik Awal Ramadan

oleh -541 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Seorang pedagang cabai di Pasar Renteng, Praya saat menjajakan barang jualannya.

 

 

 

LOMBOK – Awal Ramadan tahun 2026 ada sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga di Lombok Tengah. Harga cabai di Pasar Renteng sempat menyentuh angka Rp 150 ribu sampai 180 ribu per kilogram. Kondisi ini melebihi harga daging sapi yang sempat melonjak dari harga Rp 130 ribu menjadi Rp 140 ribu per kilogram.

 

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, RR. Sri Mulyaningsih pasca melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Sabtu 20 Februari 2026.

Baca Juga  Ini Rute Balap Sepeda International L’Etape Indonesia by Tour de France

 

Roro mengklaim, pada hari Minggu kemarin harga cabai sempat mengalami kenaikan menjadi Rp 160 ribu per kilogram. Selanjutnya, Senin 23 Februari 2026 turun Rp 120 ribu.

 

“Sudah saya minta anak buah saya turun, informasinya itu sudah ada dropping dari luar Pulau Lombok. Tadi pagi ambil di Bertais subuh dan tadi malam harganya sudah turun Rp 120 ribu,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id.

 

Baca Juga  Dewan Loteng Minta Travel Kembalikan Duit Jemaah Segera

Kata Roro, terkait penyebab harga komoditas cabai fluktuatif beberapa hari ini ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab. Sebab, pihaknya hanya melihat distribusi dan memantau harga di pasaran. Pihaknya meminta persoalan ini ditanyakan kepada Dinas Pertanian atau Dinas Ketahanan Pangan.

 

“Penyebabnya mungkin beliau – beliau yang mungkin lebih mengetahui, bisa saja terkait pola tanam atau musim tanam dan lainnya kan,” jawabnya.

 

Sama halnya dengan daging sapi, harga daging ayam juga sempat naik dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sekarang telah mengalami kenaikan sejak dua hari sebelum puasa.

Baca Juga  Pol PP Hentikan Pembangunan Teras dan Kolam Vila di Selong Belanak

 

Selain itu, sejumlah bumbu dapur seperti bawang putih dan bawang merah juga ikut mengalami sedikit kenaikan. Tapi menurut Roro, kondisi ini masih belum mengkhawatirkan.

“Kalau ini masih wajar karena kan masih hukum ekonomi kan, permintaan banyak karena ketersediaan stok berkurang,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.