LOMBOK – Hari kedua berlangsungnya perang Iran dengan Amerika Serika bersama Israel membuat sejumlah penerbangan pesawat terganggu di Timur Tengah. Bagaimana dengan masyarakat yang melaksanakan ibadah umrah?
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi mengatakan sampai saat ini pihaknya menunggu instruksi resmi dari Kementerian terkait jamaah umrah yang hendak berangkat atau masih berada di Arab Saudi.
“Tetap menunggu petunjuk dari pusat dari kementerian terhadap jemaah umrah yang akan berangkat ini, selama ini belum ada imbauan dan belum ada surat resmi baru hanya pernyataan dari media massa dan media sosial saja,” ungkapnya di ruang kerja kepada Koranlombok.id pada Senin, 2 Maret 2026.
Syamsul Hadi menyampaikan, terkait berapa banyak jemaah umrah asal Lombok Tengah yang telah berada di Arab Saudi, pihaknya belum mendapat data dari kementerian.
Sementara itu soal kapan jemaah dijadwalkan melakukan pemberangkatan ibadah umrah ditentukan oleh masing – masing travel yang biasanya pada bulan Ramadan dijadwalkan pada minggu awal dan minggu terakhir. Sedangkan untuk lama jemaah melakukan ibadah umrah antara selama 12 hari sampai dengan 15 hari.
Disinggung untuk persiapan calon jemaah haji di Lombok Tengah masih di tengah memanasnya di Timur Tengah. Disampaikan jika tetap berjalan dan beberapa hari kedepan setiap calon jemaah haji akan mengambil koper mereka. Sedangkan saat ini seluruh visa jemaah sudah keluar begitu juga kartu dan gelang untuk setiap jemaah.
Lanjut dia, nanti calon jemaah haji dari Lombok Tengah akan terbagi ke dalam empat kloter yakni, kloter 02 dan kloter 07 merupakan kloter utuh dan kloter 12 campuran dengan jamaah asal Lombok Timur dan kloter 15 campuran dengan jemaah dari Bima, Sumbawa serta Lombok Utara.
“Jumlah jemaah tahun ini 1.173 orang, lebih banyak dari tahun 2025. Jemaah lansia 58 orang, keberangkatan nanti mereka akan masuk Asrama Haji tanggal 21 April 2026,” bebernya.
Sementara dikutip dari akun media sosial Kementerian Haji dan Umrah RI, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Danhil Anhar Simanjuntak melalui video mengatakan pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait jemaah yang akan melakukan ibadah umrah ke tanah suci ataupun yang masih di tanah suci.
“Kami ingin menyampaikan, mengimbau kepada seluruh jamaah umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat itu untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengam kondusivitas itu hadir di Timur Tengah, hal ini penting untuk memastikan keamanan seluruh warga Indonesia yang menunaikan ibadah umrah,” katanya dalam video.
Sementara untuk jamaah umrah yang sedang melaksanakan ibadah di Arab Saudi dirinya mengimbau agar selalu berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji di tanah suci ataupun dengan Konsulat Jenderal di Jeddah atau pihak berwenang lainnya dari Pemerintah Indonesia disana.
Kata Dahnil, pihaknya dan Kemenlu akan memberikan informasi yang cukup kepada setiap jamaah demi keamanan para jamaah, selain itu memastikan pihak maskapai, hotel dan sebagainya juga menjaga keamanan mereka.
Sedangkan untuk jamaah yang segera akan kembali ke Indonesia, dirinya juga berpesan agar selalu berkomunikasi dengan perusahaan travel, sementara bagi jamaah mandiri juga diimbau selalu berkomunikasi dengan aparat yang bertugas di Kementerian Luar Negeri ataupun Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan mendapatkan pelayanan keberangkatan pulang.
“Nah kalau keberangkatan menunda kepulangan maka maskapai penerbangan telah berkomitmen menyediakan penginapan sementara dan juga perpanjangan visa disediakan oleh Pemerintah Saudi Arabia apabila visanya telah habis, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji akan terus mendampingi seluruh persiapan kepulangan,” ucapnya.
Terhadap persiapan pemberangkatan calon jamaah haji 2026 masih dalam perencanaan yang akan dilakukan oleh pemerintah, karena masih belum terlihat dampak yang ada akinat ketegangan di Timur Tengah. Dirinya berharap konflik di Timur Tengah cepat mereda dan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bisa berjalan dengan lancar.(nis)





