LOMBOK – Pemberian insentif bagi 500 orang guru ngaji di Lombok Tengah pada tahun ini tidak diberikan pada bulan Ramadan atau jelang Idul Fitri. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat Setda Lombok Tengah, Muslehudin kepada jurnalis Koranlombok.id di ruang kerjanya, Rabu 25 Februari 2026.
Katanya, hal ini karena jika diberikan pada Februari atau Maret para guru ngaji hanya bisa menerima insentif satu kali sebesar Rp 100 ribu. Maka pihaknya tidak bisa mengeluarkan secara sekaligus.
Sementara itu setiap guru ngaji mendapatkan insentif Rp 100 ribu per bulan selama enam bulan. Nanti mereka akan menerima insentif sekaligus pada bulan Juni sebanyak Rp 600 ribu secara tunai melalui masing – masing kecamatan.
“Tahun sebelumnya dua kali tetapi sekarang sekali pada bulan Juni, kalau kita mau keluarkan semuanya kan salah karena belum waktunya, biar tidak keliru dan lebih bermanfaat jika kita berikan sekali daripada dua atau tiga kali,” yakinnya.
Dijelaskan dia, pendataan guru ngaji yang menerima insentif pihaknya berpatokan dengan banyaknya lembaga Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) data milik Kementerian Agama Lombok Tengah.
Pihaknya memberikan secara bergilir insentif tersebut, sehingga insentif diberikan kepada guru ngaji yang belum mendapatkan insentif tahun lalu, namun hal tersebut juga didasari oleh keaktifan dan banyak santri yang dimiliki.
“Kemarin itu banyak TPQ sekitar 2.009 orang kalau tidak salah dari data Kemenag itu, cuma yang aktif tidak segitu juga, yang punya lembaga berdasarkan izin dari Kemenag,” katanya.
Sementara itu selama Ramadan pihaknya fokus pada kegiatan safari yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati yang didampingi oleh setiap Kepala OPD. Secara anggaran, pihaknya hanya menyiapkan anggaran bahan bakar minyak (BBM) kendaraan Hi Ace yang digunakan oleh Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan sementara soal konsumsi dan lainnya bekerjasama dengan setiap kecamatan.
Kemudian pihaknya berencana akan menggelar kegiatan Khazanah Ramadan selama tiga hari di Alun alun Tastura, namun pihaknya masih akan merapatkan panitia dan menentukan talent dan hiburan yang akan tampil selama acara digelar nanti.
Disamping itu, selama bulan Ramadan pihaknya hanya mengeluarkan anggaran untuk biaya transportasi pengganti BBM, tidak hanya pada kegiatan Safari Ramadan namun juga pada peringatan hari besar islam seperti peringatan Nuzulul Qur’an, Imam dan Khatib salat Idul Fitri di Masjid Agung. Sedangkan untuk keperluan lainnya bersinergi dengan OPD dan pihak lainnya.
“Kita bekerjasama dengan BAZNAS untuk santunan anak yatim, kemudian dari Dinas Sosial dan BPJS Ketenagakerjaan hanya itu saja tetapi juga biaya bensin tadi bahasanya masih umum penyelenggaraan hari besar islam,” dalihnya.(nis)







