Pemilik Bantah Dapur MBG di Sintung Disegel Karena Tidak Bayar Sewa

oleh -1640 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Ini SPPG Selakan di Desa Sintung, Pringgarata, Lombok Tengah yang viral adanya isu penyegelan.

 

 

LOMBOK – Pemilik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Selakan di Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah Zakiruddin membantah isu yang beredar di media sosial. Kabarnya dapur MBG miliknya ditutup karena belum membayar sewa selama 7 bulan. Zakiruddin menegaskan bahwa dapur SPPG Selakan hingga saat ini tetap beroperasi seperti biasa dan tidak pernah ditutup.

 

Zakiruddin menegaskan kembali, video yang beredar di media sosial diduga diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab saat para pegawai dapur hendak pulang kerja. Sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Baca Juga  Kaca Pintu Mobil Dirusak, Uang 105 Juta Milik Warga Kawo Raib

 

“Aman, yang kemarin saja tidak ada masalah. Saya dan ibu saya melihat ada orang yang memprovokasi. Momen ketika para pegawai mau pulang itu diambil gambarnya oleh orang yang tidak bertanggung jawab, makanya kemudian menjadi booming,” terangnya kepada media, Jumat 6 Maret 2026.

 

Dia menjelaskan, isu yang berkembang tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya ada kemungkinan oknum yang tidak menyukai keberadaan dapur MBG sehingga sengaja menyebarkan informasi yang menyesatkan.

 

“Bisa saja orang itu mengambil gambar ketika SPPG sedang tutup, misalnya sore hari atau saat hari libur. Namanya juga orang yang iri atau tidak suka. Ini bukan kali pertama terjadi, sudah sering, tetapi saya tidak mau banyak berkomentar,” katanya.

Baca Juga  Pemimpin Tak Boleh ‘Tong Kosong’, Pentas Teater Dimainkan Bengkel Aktor Mataram

 

Meski video tersebut sempat beredar luas di media sosial, dia memastikan tidak ada dampak berarti terhadap operasional dapur maupun aktivitas para karyawan.

 

“Yang beredar di luar itu karena orang di media sosial tidak tahu kondisi sebenarnya. Kalau orang di sekitar sini tahu dan tidak ada masalah. Bahkan karyawan dapur saja sampai tertawa melihat postingan itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Mutasi Besar-besaran di Lombok Tengah, Firman: Sebelum Berakhir Tahun 2025

 

Zakiruddin menyampaikan bahwa dapur SPPG Selakan tidak pernah tutup. Pintu dapur memang terkadang ditutup untuk menjaga kebersihan dan mencegah hewan masuk.

 

“Kalau pintunya ditutup memang iya, karena takut ada kucing masuk,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut karena memilih fokus menjalankan kegiatan dapur dan melayani distribusi program MBG. Saat ini, dapur SPPG Selakan mendistribusikan program MBG kepada sekitar 2.920 penerima manfaat.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.