Pak Polisi, Apa Kabar Kasus Keracunan MBG di Desa Darmaji?

oleh -439 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Kepala Desa Darmaji, Suhaidi saat melihat sejumlah siswa yang dirawat di Puskesmas Muncan, Kopang, Lombok Tengah.

 

 

 

LOMBOK — Penyidik Polres Lombok Tengah mengklaim masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang.

 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean mengatakan, hingga saat ini status perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Status perkara masih dalam penyelidikan. Semua pihak yang terkait sudah kami ambil keterangannya,” tegas Punguan saat dikonfirmasi Koranlombok.id via Whatsapp, Rabu 1 April 2026.

Baca Juga  Warga Tolak Keberadaan Penampungan Anjing di Desa Mertak

 

Dia menjelaskan, dalam proses penyelidikan tersebut polisi telah memeriksa belasan orang yang diduga mengetahui atau terkait dengan peristiwa tersebut.

 

Menurut dia, penyidik juga akan melakukan langkah lanjutannya dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk dinas kesehatan serta koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).

 

“Kami akan berkoordinasi dan bersurat dengan Dinas Kesehatan serta Korwil BGN guna pemberian sanksi dalam pelaksanaan program MBG,” katanya tegas.

Baca Juga  Lapor Polisi, Kades Mambalan Curigai Pelaku Suruhan Pengembang

 

Punguan menambahkan, untuk informasi lebih detail terkait hasil pemeriksaan, wartawan Koranlombok diarahkan agar mengkonfirmasi langsung dengan anak buahnya di Unit Tipiter.

Kasat memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian serta langkah penanganan yang tepat dalam pelaksanaan program MBG ke depan.

Sebelumnya, sebanyak 38 orang siswa di Desa Darmaji keracunan susu kemasan MBG. Kejadian ini terjadi, Sabtu 17 Januari 2026. Siswa berasal dari SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatusholihin NW Lanji. Data yang diterima Koranlombok.id, 24 orang  siswa dilarikan ke Puskesmas Pengadang. Sementara 14 siswa dirawat di Puskesmas Muncan. Selama perawatan di dua puskesmas, tersisa dua orang siswa menjalani rawat inap dan sisanya boleh dipulangkan.(hil)

Baca Juga  Kades Selong Belanak Tegaskan yang Menolak Penjaga Parkir

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.