Cuci Ompreng MBG di Rumah Warga, Ketua Yayasan: Itu Rumah Sopir

oleh -387 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling / Khaerudin

 

 

 

LOMBOK – Beredar video sejumlah karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) program makan bergizi gratis (MBG) beraktivitas di salah satu rumah warga di Kecamatan Praya. Video ini diambil oleh warga saat sejumlah karyawan SPPG terlihat keluar dari salah satu rumah milik warga. Terkait video ini, ramai menjadi sorotan di tengah banyaknya dapur MBG yang ditutup sementara oleh badan gizi nasional (BGN) di Lombok Tengah. Banyak pihak mempertanyakan keberadaan SPPG yang beroperasi tapi tidak memiliki tempat.

Menyikapi video ini, Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling, Khaerudin membantah adanya aktivitas karyawan SPPG menjalankan kegiatan di rumah warga. Ia berdalih jika video itu ditegaskannya jika karyawan SPPG baru saja selesai mencuci ompreng di rumah sopir pendistribusi MBG. Sebab, dapur MBG di Lingkungan Tiwu Buak, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah dalam pembangunan.

Baca Juga  Air Surut, Guru di SDN Pasung Sebut Ini Banjir Terparah

“Disitu hanya tempat untuk buat cuci ompreng sementara, artinya kalau boleh dikatakan laundry ompreng lah.  Kan di Jakarta kalau laundry ompreng boleh, jasa laundry namanya,” tegasnya dalam klarifikasi, Rabu 8 Maret 2026.

 

Mantan anggota DPRD Lombok Tengah periode 2009 – 2014 menegaskan, ada sembilan orang pegawai yang bekerja mencuci ompreng sementara di tempat itu selama tiga hari. Ia menuturkan, untuk menjaga higienitas ompreng mereka mempunyai alat pengering khusus sehingga nantinya setiap akan digunakan petugas SPPG hanya mengelap dan mencuci kembali ompreng tersebut.

Baca Juga  Poltekpar Bakal Buka Program Studi MICE dan Pascasarjana 2024

 

“Setelah pakai alat pengering baru diusap lagi dan dicuci lagi,” dalihnya.

 

Sementara itu sebelumnya dapur yang bernama SPPG Jontlak 2 berada di Lingkungan Eyat Surak, Kelurahan Jontlak hanya memiliki luas areal 4 are dan alasan dipindahkan karena tidak ada titik akhir buang untuk membangun instalasi pembuangan akhir limbah (IPAL).  Terkait hal ini, Khaerudin telah mengirimkan permohonan kepada BGN untuk pindah ke lokasi baru dengan luas 10 are. Dia membantah adanya permasalahan lahan di tempat yang baru dan ditegaskan lahan tersebut telah dibeli oleh dirinya secara tunai.

Baca Juga  Cerita Abdul Hanan, Sejak Usia 2 Tahun Tubuhnya Digerogoti Kanker Kulit

 

Di samping itu, status SPPG Jontlak 2 sampai saat ini masih beroperasi menyalurkan menu MBG kepada 2.018 orang penerima termasuk ibu menyusui, ibu hamil dan balita. Hanya saja nama sebagai mitra dan tempat saja dipindahkan ke tempat lain, sedangkan bangunan lama dibiarkan karena tidak sesuai SOP bahkan nantinya akan diganti.

 

Untuk target bangunan dapur baru berdiri tidak ada batas waktu diberikan oleh BGN, namun pihaknya akan mengusahakan dapur bisa selesai dibangun dan digunakan 30 hari kedepan.

“Kita belum ada gedung permanen tapi kita sesuai SOP,” yakinnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.