Sepi Peminat! 10 Orang Honorer Non-Database Ikuti Pelatihan di BLK

oleh -2153 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kepala UPTD BLK Lombok Tengah / Dedet Zelthauzallam

 

 

LOMBOK – Program pelatihan kerja yang disiapkan pemerintah daerah bagi guru honorer non-database melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Tengah sepi peminat. Ribuan honorer yang menjadi sasaran program, sampai April 2026 baru 10 orang yang mengikuti kursus tersebut. Ada penambagan dua orang yang akan mengikuti batch selanjutnya.

 

Kepala UPTD BLK Lombok Tengah, Dedet Zelthauzallam menegaskan program tersebut tetap dilaksanakan meskipun jumlah peserta dari kalangan honorer non-database sedikit. Menurut Dedet, pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan tambahan bagi honorer non-database agar memiliki alternatif pekerjaan.

Baca Juga  Ditemukan PPPK Paruh Waktu ‘Siluman’ di Lombok Tengah, Inspektorat Diminta Audit

 

“Harapannya, honorer non-database yang tidak tertampung memiliki keahlian lain. Ketika mereka tidak lagi mengajar, mereka tetap punya keterampilan bahkan bisa membuka usaha sampingan dari ilmu yang didapatkan di BLK,” terangnya kepada Koranlombok.id, Kamis 16 April 2026.

 

Dedet menjelaskan, pelatihan di BLK tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan kedisiplinan kepada para peserta. Setiap hari peserta diwajibkan mengikuti apel pagi sebelum memulai kegiatan pelatihan.

Baca Juga  Kades Barabali Didesak Mundur, Warga Akan Segel Kantor Desa

Dedet berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat membagikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan lainnya.

 

“Saya berharap 10 orang tersebut bisa menyampaikan apa yang didapatkan setelah mengikuti kursus di BLK,” harapnya.

 

Adapun pelatihan yang tersedia di BLK Lombok Tengah, di antaranya pelatihan barista, food and beverage service (F&B service), menjahit, tata rias, teknisi handphone, teknisi servis AC, serta pelatihan bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.

Baca Juga  Warga Minta Lima Titik Galian C Ditutup di Desa Pemepek

 

Kendati minat dari kalangan honorer non-database masih rendah, pihaknya tetap menjalankan program tersebut dengan mencampurkan peserta dari masyarakat umum agar pelatihan tetap berjalan.

 

Secara umum, katanya, anggaran yang disediakan pemerintah daerah untuk program pelatihan bagi honorer non-database mencapai Rp 1 miliar. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi honorer non-database yang membutuhkan keterampilan tambahan di tengah kondisi ekonomi saat ini.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.