Pengisian Jeriken Dibatasi, Pihak SPBU di Loteng Klaim BBM Aman

oleh -460 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Begini kondisi antrean panjang kendaraan roda dua dan empat di SPBU Praya, Rabu 22 April 2026.

 

 

LOMBOK  — Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Praya, Lombok Tengah belakangan terlihat ramai. Kondisi tersebut dipastikan bukan karena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan akibat pembatasan pengisian menggunakan jeriken.

 

Admin SPBU 54.835.01 Praya, Dian mengatakan pasokan BBM masih tersedia dan dikirim dari depot sesuai kebutuhan. BBM jenis Pertalite diklaim tidak pernah mengalami kekosongan kecuali terjadi keterlambatan pengiriman dari depot.

 

“Keramaian ini bukan karena langka. Untuk Pertalite juga tidak pernah kosong. Kalau pun kosong biasanya karena keterlambatan pengiriman dari depot,” terangnya kepada Koranlombok.id, Rabu 22 April 2026.

 

Dian menjelaskan, lonjakan antrean mulai terlihat sejak pertengahan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Kondisi tersebut dipicu oleh pembatasan pembelian BBM menggunakan jeriken yang sebelumnya banyak dilakukan oleh pedagang eceran.

 

Menurut Dian, berdasarkan instruksi pimpinan pengisian BBM menggunakan jeriken untuk sementara waktu dilarang di SPBU Praya. Kebijakan ini diambil untuk mencegah antrean kendaraan semakin panjang serta memastikan pengendara sepeda motor dan mobil tetap mendapatkan jatah pengisian.

Dia menegaskan, penghentian sementara pengisian jeriken dilakukan untuk menghindari potensi cekcok antar pelanggan yang kerap terjadi ketika antrean kendaraan terlalu lama.

Baca Juga  PKL Muhajirin Praya ‘Dipimpong’, Ancam Datangi Pendopo Wabup

 

“Walaupun mereka memiliki barcode, pengisian jeriken tetap kami hentikan sementara untuk menghindari cekcok,” bebernya.

 

Selain itu, keramaian juga dipicu oleh isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar di masyarakat. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pihak Pertamina terkait rencana kenaikan BBM.

Untuk ketersediaan BBM, SPBU Praya menerima pasokan yang disesuaikan dengan Permintaan. Jenis BBM yang tersedia di SPBU Praya, Pertalite, Pertamax, dan Pertamina Dex.

 

“Tergantung permintaan dari kami. Kalau kami minta sekian, ya dikirim sekian,” ujarnya.

 

Setiap harinya stok BBM di SPBU Praya berkisar sekitar 16 ribu liter. Namun pada hari Senin stok dapat mencapai sekitar 24 ribu liter, sementara pada hari Sabtu ditambah menjadi sekitar 32 ribu liter agar masih tersedia cadangan sebelum pengiriman berikutnya pada awal pekan.

 

 

Kondisi di SPBU Jalan Makam Pahlawan Praya

 

Terpisah, Pengawas SPBU 54.835.11 Jalan Makam Pahlawan, I Ketut Susile mengatakan ketersediaan BBM di SPBU yang diawasi masih dalam kondisi aman. Di SPBU tersebut terdapat empat jenis BBM yang dilayani, yakni Pertalite, Bio Solar, Pertamax, dan Pertamina Dex.

 

Baca Juga  Pemerintah Tutup Mata, Warga Batunyala Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi

Menurut Ketut Susile, secara umum harga BBM masih stabil kecuali untuk jenis Pertamina Dex yang mengalami kenaikan harga dari tanggal 18 April 2026.

 

“Pertamina Dex naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter. Sementara untuk Pertalite Rp 10.000 Bio Solar Rp 6.800, dan Pertamax Rp 12.300 masih normal,” terangnya kepada Koranlombok.id, Rabu 22 April 2026.

 

Terkait pasokan, dia menjelaskan distribusi BBM dari depot saat ini masih berjalan meskipun untuk jenis Pertamax pengirimannya tidak selalu setiap hari.

Dia menambahkan, jumlah stok BBM di SPBU tersebut menyesuaikan dengan tingkat penjualan setiap harinya. Untuk Pertalite, stok berkisar sekitar 5.000 liter, sementara Pertamax dan Bio Solar dapat berubah tergantung kondisi penjualan.

 

“Kalau lagi ramai bisa cepat habis, tapi kadang juga masih ada sisa. Jadi tergantung kondisi penjualan di lapangan,” ceritanya.

 

Pihak SPBU juga menerapkan pembatasan pembelian BBM menggunakan jeriken. Meski pembeli memiliki barcode, jumlah pembelian tetap dibatasi untuk menghindari antrean panjang.

 

 

SPBU Batujai Tutup Sementara Selama Tiga Pekan

 

 

Sementara, operasional SPBU Batujai sempat dihentikan sementara sejak 30 Maret 2026 atau sekitar tiga pekan lamanya. Penutupan ini terjadi karena kerusakan pada totem SPBU yang membuat pendistribusian BBM dari depot ditahan.

Baca Juga  Tim Maiq-Meres Mulai Khawatir, Hasan Masad: Penamaan Jembatan 459 Tidak Tepat

 

Manager SPBU Batujai, I Made Agus Budiharsana mengatakan kerusakan tersebut disebabkan angin kencang yang merusak fasilitas totem di SPBU. Selain itu, kondisi SPBU yang tergolong lama menjadi pertimbangan pihak pusat karena tidak lagi memenuhi standar.

 

“Memang SPBU kami termasuk SPBU lama. Karena musibah kemarin, totem kami rusak akibat angin kencang. Kami juga sudah memberitahukan ke pusat bahwa saat ini masih mengumpulkan dana untuk perbaikan,” cerita Made Agus kepada Koranlombok.id, Rabu 22 April 2026.

 

Akibat kerusakan itu, distribusi BBM ke SPBU Batujai sementara ditahan oleh pihak depot. Meski begitu, para karyawan tetap masuk bekerja selama masa penghentian operasional.

 

Menurut Made, karyawan sementara dialihkan untuk melayani penjualan produk lain yang tersedia di SPBU, seperti oli dan gas LPG.

Dia menambahkan, penutupan sementara tersebut juga berkaitan dengan pemeriksaan yang dilakukan tim dari kabupaten. Hasil pemeriksaan itu kemudian dilaporkan dan berujung pada penghentian sementara operasional SPBU.

 

Pihak pengelola, kata dia, telah menindaklanjuti arahan dari pusat dengan melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang bermasalah.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.