LOMBOK – Wakil Bupati Lombok Tengah, M. Nursiah mengungkapkan butuh anggaran sekitar Rp 1,484 miliar untuk memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap 212 orang guru yang bakal menjadi kepala sekolah.
Kata Nursiah, sementara itu pihaknya telah mengusulkan penganggaran melalui TAPD dimana detail masing – masing guru membutuhkan biaya pelatihan sebesar Rp 7 juta.
Disebutkannya, kebutuhan tersebut mendesak karena saat ini ratusan sekolah masih dipimpin oleh pelaksana tugas untuk sementara (Plt).
“Kami diberikan surat oleh Kadis Pendidikan surat dari Kementerian untuk segera dipastikan status kepala sekolah yang masih Plt untuk menjadi definitif, apa kebutuhannya pelatihan menghasilkan NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah),” ungkapnya, Senin 4 Mei 2026.
Soal pelatihan ini akan direncanakan dilakukan pada anggaran tahun 2026 dan diharapkan seluruh guru tersebut bisa mengikuti diklat tersebut.
Sementara momen hari pendidikan nasional 2026, Pemda berfokus meningkatkan sumberdaya manusia di semua jajaran satuan pendidikan termasuk memberikan pelatihan kepada guru.
Sedangkan soal kompetensi guru tergantung bagaimana fungsi kepala sekolah, pengawas pendidikan hingga dewan pendidikan.
Soal mutu pendidikan di Lombok Tengah, perlu ada pembanding dengan daerah lain bahkan dari luar NTB sehingga terlihat bagian mana yang perlu dilakukan evaluasi kedepan.(nis)






