LOMBOK — Kondisi gedung mewah yang dijadikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Lombok Tengah, tepatnya di depan Bandara Internasional Lombok sekarang sudah mirip rumah “hantu”. Pemerintah kabupaten sebagai pihak penerima manfaat gedung mewah dibangun pemerintah pusat terkesan tutup mata.
Gedung yang dihajatkan untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah lama tidak terawat. Mengapa?
Pantauan jurnalis Koranlombok.id Rabu, 24 Juni 2026 Pukul 09.00 Wita, Gedung PLUT Lombok Tengah tampak seperti terbengkalai. Banyak tumbuhan liar menjalar dari depan maupun belakang gedung PLUT.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, Ikhsan yang dikonfirmasi soal kondisi ini beralasan hal itu terjadi karena tak tersedianya anggaran pemeliharaan. Ikhsan membantah jika gedung ini tidak dimanfaatkan, ia menyebutkan setiap hari ada aktivitas di tempat tersebut. Dia mengaku, tempat itu pernah meraih penghargaan terbaik nasional.
“Gedung itu terbaik nasional, kok bisa tidak beroperasi ngawur aja orang yang mengatakan itu. Orang setiap hari ada aktivitas,” tegasnya kepada Koranlombok.id via ponsel, Senin 24 Juni 2026.
Ikhsan mengungkapkan, gedung tersebut tetap digunakan untuk pelatihan, pembinaan, pertemuan beragam bisnis.
“Orang setiap hari memang ada aktivitas di sana seperti pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta pertemuan aneka bisnis,” tegasnya.
Kendati demikian, Ikhsan mengungkapkan pihaknya tidak memiliki anggaran untuk dilakukan pembersihan sehingga menyebabkan banyaknya tumbuhan liar.
“Itu perlu didorong oleh pemerintah ,” katanya beda diri.
Ihsan menambahkan, di Gedung PLUT itu memang ada aktivitas termasuk sebagai inkubator bisnis dan ada Badan Standardisasi Nasional juga di sana.
“Ada aktivitas di sana, baru ini kita ekspor ke Prancis seperti rotan dan ketak yang terpenting masih berfungsi di sana,” katanya lagi.
Terpisah, salah satu warga sekitar mengatakan gedung PLUT ini sudah tidak aktif karena staftnya sudah lama pindah.
“Kemarin aja wifinya dicabut,” ungkap narasumber yang minta dirahasiakan identitasnya ini.
Kendati demikian, dia menegaskan gedung tersebut digunakan jika ada pelatihan atau pembinaan. Ada juga ketika ada pesanan baru pegawainya datang ke sini.
“Kalau untuk sehari-hari hanya digunakan jika ada pelatihan dan pembinaan saja dek,” singkatnya.(hil)







