LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Partai Demokrat, Adi Bagus Karya mengaku setuju jika pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan menggunakan dana aspirasi atau pokok pikiran (Pokir).
Wacana tersebut bisa saja menjadi opsi yang dipilih Pemda jika nantinya rencana pengusulan pinjaman dana sebesar Rp 200 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang dihajatkan untuk perbaikan jalan ditolak atau batal.
Katanya, bisa saja disampaikan oleh Pemerintah Daerah Lombok Tengah kepada Badan Anggaran DPRD untuk kemudian dibahas lebih lanjut. “Kalau saya sih setuju saja ya, toh juga selama ini pokir dewan untuk perbaikan infrastruktur juga, tapi kalau mau dispesifikasikan silakan saja nanti kan tahapannya dibahas di Banggar,” katanya kepada media, Selasa 14 Juli 2026.
Bagus menyampaikan, jika memang pokir dewan digunakan untuk perbaikan infrastruktur, bisa saja mencukupi nantinya tinggal bagaimana koordinasi di internal anggota dewan mengingat peruntukan dana pokir ditujukan kepada realisasi kepada konstituen masing – masing dewan.
“Tergantung koordinasi juga misalnya salah satu dapil sepakatĀ untuk memperbaiki satu ruas terus mereka mengumpulkan pokir mereka sama – sama Rp 200 juta atau Rp 500 juta, bisa saja,” katanya.
Soal wacana ini, belum disampaikan kepada Banggar karena saat ini masing – masing komisi masih membahas Rencana Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Kemudian nantinya ada sejumlah rekomendasi – rekomendasi yang diberikan tiap komisi kepada masing – masing OPD yang dibawahi, dan nanti selanjutnya lebih lanjut akan dibahas penganggaran di Banggar.(nis)





