Pemukulan Wasit di GOR, Firman: Kami Siap Fasilitasi Upaya Perdamaian

oleh -997 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Lalu Firman Wijaya Ketua KONI Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya menyebut kericuhan yang terjadi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 di Gelora Olahraga (GOR) Tastura, Sabtu 18 Juli 2026 sebagai bentuk ekspresi kekecewaan sesaat. Firman mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi upaya perdamaian atau restorative justice bagi pihak-pihak yang terlibat.

 

Terkait adanya pemukulan dalam insiden kericuhan tersebut, Firman membenarkan bahwa ia telah menerima informasi mengenai hal tersebut.

Baca Juga  Kakek Diduga Cabuli Anak Usia 6 Tahun di Mataram

 

“Iya, saya dapat informasinya seperti itu bahwa yang menjadi korban pemukulan itu wasit voli,” kata Firman, Jumat 24 Juli 2026.

 

 

Firman menjelaskan, proses hukum atas insiden tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Kendati demikian, KONI Lombok Tengah siap memfasilitasi apabila terdapat upaya penyelesaian secara damai melalui mekanisme restorative justice.

“Kami pasti akan fasilitasi itu,” ujarnya.

Firman menilai, kericuhan tersebut terjadi sebagai bentuk luapan kekecewaan sesaat. Namun, ia mengingatkan agar insiden serupa tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga.

Baca Juga  Tokoh Agama di NTB Serukan kepada Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah

Dia menyatakan, keyakinannya bahwa kepolisian akan mempertimbangkan berbagai hal dalam menangani perkara tersebut.

Soal pengamanan pertandingan pada 11 cabang olahraga (cabor) dalam rangkaian Porprov NTB, Firman mengungkapkan bahwa sistem pengamanan tetap mengacu pada desain awal. Ia menyebut belum ada penambahan pengamanan secara mencolok.

“Untuk pengamanan ya tetap sesuai dengan desain awal,” pungkasnya.

Baca Juga  DPR RI Sri Yuliati Minta Polda NTB Lakukan Investigasi Secara Transparan

 

Sebelumnya, kericuhan terjadi di ajang Porprov NTB 2026 pada final cabang olahraga bola voli putra yang mempertemukan Lombok Barat melawan kontingen Dompu. Kericuhan diduga dipicu keputusan wasit yang memberikan poin kepada Lombok Barat setelah pemain Dompu dinilai melakukan double.

Korban dalam kasus ini inisial MA seorang wasit dari Pujut, Lombok Tengah. setidaknya 14 orang telah dilaporkan atas kejadian tersebut.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.