Berharap Dapat Bantuan, Kakek Nursiah Malah Diminta ‘Uang Pelicin’

oleh -763 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kakek Nursiah saat diwawancarai jurnalis Koranlombok.id

 

LOMBOK – Nursiah atau yang akrab disapa Amaq Sumi merupakan warga Gubuk Sidemen, Dusun Montong Kesena, Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Ia sudah 3 tahun tinggal di rumah dengan atap yang rusak karena terkena bencana angin puting beliung.

Dia mengatakan, sampai saat ini belum menerima bantuan perbaikan rumah. Baik dari Pemdes Janapria ataupun Pemkab Lombok Tengah.

Ia menceritakan, dulu sempat ada oknum pejabat mendatangi rumahnya dan mengatakan akan memberikan bantuan berupa bahan material seperti semen, besi dan atap spandek untuk perbaikan. Tapi dia diminta menyiapkan pasir satu dump truk hingga uang untuk perbaikan.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Sapu Rumah Warga di Desa Nyerot

“Iya pasir, iya uang juga biar bisa cepat keluar bantuan, seolah – olah kita nyogok ke oknum. Saya suruh adiknya ayo sekarang bapak tidak bisa cari uang ini sekarang kami tempat meminta tapi kan memang tidak ada,” ceritanya kepada Koranlombok.id, Selasa 28 Juli 2026.

 

Dengan kondisi ekonominya yang serba kekurangan, Nursiah berharap dirinya dapat dibantu untuk memperbaiki rumah yang telah lama dihuninya. Ia saat ini menumpang tidur dan beristirahat di rumah mendiang anak perempuannya bersama putra bungsunya yang telah remaja dan dua cucunya yang juga terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi.

Baca Juga  Dewan Kelan Minta Pemkab Loteng Tutup Sementara Rona-rona

 

“Terakhir anak saya paling bungsu hanya sampai kelas enam,” bebernya.

 

Pantauan jurnalis Koranlombok.id di lokasi, keadaan rumah Nursiah cukup memprihatinkan karena atap asbes dan bambu untuk penyangga telah rusak sehingga tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Pintu yang terbuat dari triplek juga terlihat jebol dan sementara ini rumah tersebut sesekali digunakannya untuk memasak. Sedangkan ruangan yang sebelumnya dijadikan kamar saat ini digunakan untuk menampung air yang diambil dari sumur bor yang dibangun secara swadaya, kendati sebenarnya terdapat sumur di sebelah rumah yang ditinggalinya namun sudah lama tidak ada air.

Baca Juga  THR Karyawan Paling Telat Diberikan Tujuh Hari Sebelum Lebaran

Jurnalis Koranlombok.id sempat mencoba menghubungi Kepala Desa Janapria, Muhammad Nasir melalui telepon namun ditolak dan sampai saat berita ini ditayangkan.

Plt. Camat Janapria, Lalu Marzawan melalui telepon mengatakan pada Kamis depan sepulang dari pelaksanaan tugas di Jakarta, pihaknya akan mengkonfirmasi hal ini kepada petugas Program Keluarga Harapan (PKH).

“Hari Kamis ya kami coba ke sana,” katanya singkat.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.