LOMBOK — Seorang remaja laki-laki berinisial M (17) warga Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon jambu mete tidak jauh dari rumahnya, Sabtu sore 8 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WITA. Peristiwa tragis itu sempat menggemparkan warga Selong Belanak.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat mengirimkan pesan singkat via WhatsApp kepada ibu kandungnya, Nuraini. Pesan singkat berisi permohonan maaf dari korban atas segala kesalahan yang pernah diperbuatnya.
“Jadi sebelum kejadian ini korban sempat menyampaikan pesan kepada ibunya,” ungkap Kepala Seksi Humas Polresta Lombok Tengah, Lalu Brata Kusnadi kepada Koranlombok.id saat ditemui di Mapolresta, Selasa 11 Agustus 2026.
Brata menceritakan, sang ibu sempat cemas lantaran setelah mengirimkan pesan singkat M tidak kunjung kembali ke rumah hingga sore hari. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan rekan korban berinisial A untuk membantu melakukan pencarian.
Setelah mencari, A menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon jambu mete. “Ya jadi, berdasarkan laporan ibu korban sempat meminta A untuk mencari korban,” ceritanya.
Pihak kepolisian yang menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP awal serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Mengenai penyebab pasti di balik kejadian tersebut, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman.
Sementara itu, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi maupun pemeriksaan medis lanjutan terhadap jenazah korban.(hil)






