LOMBOK – Di balik tragedi bencana kebakaran di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. ada satu warga bernama Marwan menceritakan hal pilu. Dimana, milik orangtuanya yakni Amaq Wanah atau Amaq Embul sejumlah ratusan juta ludes terbakar. Yang bisa diselematkan hanya 5 juta .
Cerita Marwan, ayahnya yang telah berusia sekitar 70 tahun selama ini tinggal sendiri dan uang hasil nabung diperoleh dari hasil bekerja sebagai tukang jahit dan sebagai anggota gendang belek.
Cerita dia, saat kebakaran berlangsung ayahnya sempat ingin menyelematkan uang tetapi api terlanjur besar membakar rumahnya. Sementara itu uang tabungan milik ayahnya ia tidak mengetahui sama sekali.
“Nggak pernah dia (ayah, red) kasih tau. Kan masih diluar waktu itu dan ayah saya tetap ngotot masuk karena ada uang katanya, tapi api kan sudah besar saya minta biarkan sudah yang penting selamat,” ceritanya saat ditemui di Posko Bantuan pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kata dia, ayahnya sengaja menabung uang untuk hari tuanya. Uang ditabung sejak tahun 2000 – an awal, dengan meletakan uang tersebut dalam peti kecil di dalam lemari. Cerita Marwan, ayahnya sengaja menabung untun persiapan menjelang masa tuanya jika menghadapi kondisi sulit ataupun meninggal dunia.
Kepada awak media, Marwan menunjukan uang kertas dengan beragam nilai pecahan yang terbakar dalam kantong plastik. Dirinya berharap uang kertas yang terbakar sedikit bisa ditukarkan agar bisa digunakan.
Sementara itu rumah milik orangtuanya habis terbakar dan hanya menyisakan sejumlah abu hingga sisa puing atap ilalang dan dinding bambu.(nis)








