Update Korban di Iran, 430 Tewas dan 3.500 Warga Sipil Terluka

oleh -1089 Dilihat
SUMBER FOTO BBC

JAKARTA – Perang Iran dan Israel masih berlangsung sampai sekarang. Kementerian Kesehatan Iran Sabtu, 22 Juni 2025 mengumumkan jumlah terbaru korban tewas akibat serangan udara Israel yang sudah berlangsung sejak 13 Juni. Jumlahnya meningkat menjadi 430 orang, dengan lebih dari 3.500 warga sipil terluka.
Menurut Anadolu, hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dalam siaran pers Kementerian Kesehatan Iran yang dikutip oleh media lokal.

Serangan Israel telah menargetkan berbagai lokasi, termasuk depot rudal, fasilitas nuklir dan daerah pemukiman di Teheran, Isfahan, Qom, Khorramabad, dan kota-kota lainnya.
Di antara target yang dilaporkan adalah lokasi nuklir di Isfahan, yang menurut otoritas Iran dari mengalami kebocoran berbahaya.
Sementara itu, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia melaporkan pada Kamis lalu, 19 Juni, bahwa hingga 639 orang telah tewas dan lebih dari 1.300 orang terluka dalam serangan Israel.
Iran telah membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal terkoordinasi di wilayah Israel. Di pihak Israel, setidaknya 25 orang telah tewas dan lebih dari 2.500 orang terluka dalam serangan Iran, menurut angka yang dirilis oleh otoritas Israel.

Baca Juga  28 Desa Bakal Mekar di Lombok Tengah, Komisi I Turun Monev

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat memperingatkan Dewan Keamanan bahwa konflik Israel dan Iran melaju menuju krisis dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Ia mendesak semua pihak untuk “memberikan kesempatan bagi perdamaian.”

“Saat-saat ketika arah yang diambil tidak hanya akan membentuk nasib bangsa-bangsa, tetapi juga masa depan umat manusia. Ini adalah momen seperti itu,” kata Guterres pada sidang darurat dewan tentang permusuhan antara Iran dan Israel, atas permintaan Aljazair, Cina, Pakistan, dan Rusia.

Baca Juga  Dana Belum Cair, Dapur MBG di Desa Puyung Tutup Sementara

Guterres memperingatkan bahwa tidak adanya tindakan di tengah meningkatnya permusuhan di wilayah tersebut, dapat berdampak dengan tingginya jumlah korban jiwa dan kerusakan.
“Konfrontasi antara Israel dan Iran meningkat dengan cepat dengan korban yang mengerikan – menewaskan dan melukai warga sipil, menghancurkan rumah, lingkungan sekitar dan infrastruktur, serta menyerang fasilitas nuklir, ” ujarnya
“Kita tidak sedang bergerak menuju krisis, kita sedang melaju cepat menujunya,” katanya, seraya menambahkan bahwa “meluasnya konflik ini dapat memicu api yang tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun.”
Guterres, menekankan bahwa Perjanjian Non-Proliferasi tetap menjadi landasan keamanan global, ia mendesak Iran untuk menghormati kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut.
“Non-proliferasi adalah suatu keharusan untuk keselamatan dan keamanan kita semua,” katanya. “Dan Iran telah berulang kali menyatakan bahwa senjata nuklir bukan tujuan mereka. Mari kita akui adanya kesenjangan kepercayaan.”

Baca Juga  Yang Awasi Masjid Kemenag, Bukan BNPT

Kepala PBB itu menyerukan diplomasi untuk menyelesaikan masalah nuklir, termasuk akses penuh bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Sambil menyerukan Dewan Keamanan untuk bertindak dengan “persatuan dan urgensi,” Guterres menekankan: “Satu-satunya cara untuk menjembatani kesenjangan itu adalah melalui diplomasi untuk membangun solusi yang kredibel, komprehensif, dan dapat diverifikasi.”
“Mari kita bertindak secara bertanggung jawab dan bersama-sama untuk membawa (menyelamatkan) kawasan dan dunia kita dari ambang kehancuran,” katanya.(red)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.