Pengaspalan Ruas Pengembur – Mawun Diduga Asal-asalan, PUPR Bakal Uji Lab

oleh -1402 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah / Lalu Rahadian

 

 

LOMBOK – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian merespons viralnya sebuah video di media sosial terkait kualitas proyek pengaspalan ruas Pengembur – Mawun yang diduga asal-asalan. Dalam postingan video di akun Facebook @paul fadila menunjukan kualitas aspal yang digunakan mudah terkelupas. Aspal bisa dicungkil dengan jari tangan.

 

“Yang bisa memastikan itu kita uji laboratorium, jadi kita saja belum berani mengatakan speknya sudah bagus atau kurang sebelum uji lab,” ungkap Rahadian kepada media usai sidang paripurna DPRD Lombok Tengah, Senin 17 November 2025.

Baca Juga  Pengisian Jeriken Dibatasi, Pihak SPBU di Loteng Klaim BBM Aman

 

Ditegaskan Kadis PUPR, untuk menguji kualitas material aspal pihaknya akan melakukan uji laboratorium di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) atau di Laboratorium milik Universitas Mataram.

 

Katanya, nanti jika terbukti kualitas aspal yang digunakan tidak standart dari spesifikasi yang digunakan. Pihaknya akan memanggil rekanan dan meminta untuk memperbaiki sesuai batas waktu pemeliharaan setelah proyek jadi selama enam bulan.

 

Sekarang ini pengerjaan ruas Pengembur – Mawun diklaim Kadis PUPR telah mencapai lebih dari 80 persen. Sementara tinggal menunggu proses rabat bahu jalan.

Baca Juga  Pilkades Ditunda, Ini Daftar 111 Nama Desa di Lombok Tengah

 

“Kalau panjang ruas itu 11 kilometer tapi tidak kita kerjakan semua, kita kerjakan sepertiganya. Kita mengerjakan enam segmen sesuai keinginan masyarakat yang ingin dilapis semua,” bebernya.

 

Sementara itu soal aspal yang mudah dicungkil sesuai pengakuan warga dan cukup dengan jari tangan. Rahadian menjelaskan jika proses pengerjaan ruas jalan tersebut setidaknya memerlukan waktu selama satu bulan agar bisa padat maksimal.

 

“Perlu saya informasikan adonan aspal itu perlu waktu untuk kepadatan maksimal paling tidak selama satu bulan. Ibarat pasangan batu dan semen atau luluh lah baru ditabur kemudian langsung teamok (dicuil) ya jelas rusak. Ini kan pada bagian sisi sekali,” dalihnya.

Baca Juga  Bawaslu Tak Menemukan Surat Suara Rusak Tercoblos

Soal anggaran proyek ini, Rahadian berdalih tidak menghafal nilainya. Wartawan disarankan menanyakan kepada Kabid Bina Marga.

“Saya tidak hafal, ke Bina Marga langsung ya,” katanya singkat.

Hasil penelusuran Koranlombok dari LPSE Kabupaten Lombok Tengah proyek peningkatan jalan ruas Pengembur – Mawun ini pagu anggarannya Rp 4.297.234.000.00, sumber anggaran dari APBD Perubahan 2025.

Disamping itu sampai berita ini ditayangkan, Koranlombok belum dapat mengkonfirmasi pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.