Stakeholder di NTB Suarakan Pemilu Damai 2024

oleh -1574 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Para pemangku kebijakan saat melakukan deklarasi usai FGD digelar di Hotel Grand Madani, Selasa (12/12/2023).

LOMBOK – Stakeholder di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) suarakan Pemilu Damai 2024. Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder dengan mengangkat tema ‘Optimalisasi Peran Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2023 Dalam Rangka Mensukseskan Pemilu Serentak 2024 di NTB’. Kegiatan ini digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTB di Hotel Grand Madani, Selasa (12/12/2023).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi NTB, Ruslan Abdul Gani menyampaikan dengan FGD ini agar menciptakan situasi damai dan kondusif dalam Pemilu 2024.

Baca Juga  Traffic Light Tidak Berfungsi, Dishub Loteng Bilang Begini

“Oleh karena itu kami yang bertanggung jawab sebagai OPD daerah meminta bantuan dari semua stakeholder untuk suarakan Pemilu Damai,” kata Ruslan.

 

“Maksud dan tujuannya FGD ini juga, sebagai wujud koordinasi dan sinkronisasi dalam penanganan konflik sosial di wilayah NTB, agar terciptanya kondusifitas wilayah selama pelaksanaan pemilu 2024. Sinergitas dan kerjasama dalam menjaga kondusifitas daerah, serta yang tidak kalah pentinya yakni Netralitas ASN dalam Pelaksanaan Pemilu tahun 2024,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, TNI dan Polri juga terus memastikan keamanan serta netralitas dalam pelaksanaan Pemilu.

Baca Juga  Guru Honorer Madrasah Swasta Diperjuangkan Ikuti P3K

“Berbagai potensi kerawanan selama tahapan pemilu tahun 2024 terus menjadi perhtian pihaknya, seperti adanya pelanggaran kampanye, politik uang, intimidasi, netralitas. Pihaknya di jajaran Polda NTB juga melakukan Operasi Mantab Brata (OMB) dalam rangka pengamanan Pemilu. Polda NTB dan jajaran juga sudah menyiapkan personel yang disesuaikan dengan situasi wilayah, terutama di daerah rawan di wilayah NTB,” sambung Wadir Intelkam Polda NTB, AKBP Gunawan.

 

Sementara, Kasrem 162/WB, Kolonel Inf. Susanto Lastua Manurung menegaskan, jika terdapat anggota TNI yang melakukan pelanggaran netralitasi Pemilu, pihaknya mempersilakan melaporkan ke Posko Pengaduan yang berlokasi di tiap-tiap Kodim dan jika ditemukan pelanggaran tentunya akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga  Ganjar-Mahfud Target 60 Persen Suara di Lombok Tengah

“Siapapun itu,” katanya tegas.

 

Di tempat yang sama, Kepala BIN Daerah NTB, Wara Winahya menyampaikan bahwa pihaknya optimis Pemilu di Provinsu NTB berjalan aman dan lancar, nemun tidak boleh under estimate.

“Untuk itu, perlu peningkatan sinergitas semua stokholder, penyelengaran pemilu dengan unsur aparat keamanan dan intelijen. Semua ASN, TNI Polri dan BIN menjunjung tinggi netralitas dalam Pelaksanaan Pemilu 2024,” katanya.(dik/ist)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.