Kabid Produksi Peternakan Lombok Tengah Bantah Kabar Jual Bantuan

oleh -4609 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kabid Produksi Peternakan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Pajarudin menunjukkan kontainer untuk menampung nitrogen cair, Rabu (22/5/2024).

 

LOMBOK – Kabid Produksi Peternakan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Pajarudin mengklarifikasi dugaan adanya kabar miring tentang penjualan bantuan di eks Kantor UPTD Pertanian di Ketejer, Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya.

Pajarudin hanya membenarkan adanya penjualan nitrogen cair yang selama beberapa bulan terakhir berlangsung di eks kantor UPT tersebut.

“Jadi bukan bantuan yang dijual sama teman-teman, nitrogen cair itu namanya. Dan kami menggunakan eks kantor di Ketejer sebagai posko,” ungkapnya saat dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id, Rabu (22/5/2024).

Di balik bisnis penjualan nitrogen cair kepada peternak Lombok Tengah ini, dia mengaku jika ini modal pribadi atau mandiri tanpa menggunakan uang APBD bahkan APBN.

“Kami mulai dirikan posko sekitar Februari sampai April 2024. Kami tempat taruh kontainer di sana (eks kantor UPT, red),” bebernya.

Baca Juga  Bandel, Petugas Gabungan Bongkar Paksa Minimarket di Selong Belanak

Pajarudin mengakui akhir ini muncul kabar kurang sedap jika ada penjualan bibit bantuan dan nitrogen cair. Namun dirinya membantah keras semua fitnah tersebut.

“Pak Kadis sampai menggah (marah, red), sampai saya dipanggil langsung,” katanya.

Kabid Pajarudin menceritakan awal mula bisnis nitrogen cair ini bisa mereka jalani. Awalnya bakal ada rencana pemerintah pusat tahun 2024 memberikan bantuan, tapi sampai sekarang tak kunjung terealisasikan. Alhasil pihaknya berinisiatif memodali pembelian nitrogen cair melalui perpanjangan tangan Balai Insminasi Bantuan Daerah (BIBD) NTB, dari situ pihak BIBD yang menghubungkan kepada pihak produksi PT. Semator di Surabaya.

Baca Juga  Tradisi Perang Timbung Ajang Cari Jodoh, Banyak Sudah Terbukti

“Makanya kalau rencana bantuan diberikan pusat itu masih tanda bintang, tidak ada direalisasi tahun 2024, anggaran kita atau daerah juga tidak akan mampu membeli karena mahal itu. Makanya ini kami bersama teman-teman yang modali dan kami jual kepada masyarakat,” dalihnya.

Pihaknya menegaskan, alasan dirinya bersama orang di Dinas Pertanian menggunakan eks kantor UPT sebagai posko bisnis jual nitrogen cair kepada peternak karena gedung itu tidak digunakan lagi.

“Kalau PAD dari penjualan ini tidak ada kami setor ke daerah,” jawabnya.

Dijelaskan dia, nitrogen cair ini sangat dibutuhkan oleh peternak. Bahkan 2 ribu liter nitrogen cair jumlah dibutuhkan Lombok Tengah setiap bulannya. Maka menurut dia, ketika dilakukan pemesanan secara kolektif menggunakan jasa ekspedisi sangat membantu masyarakat. Dimana sekali jalan bisa sampai 60 kontainer di kirim ke Surabaya, dan sampai balik ke Lombok satu sampai dua pekan.

Baca Juga  Kecewa dengan Panitia Fornas NTB, Apa Benar Gubernur Datangkan 50 Kendaraan Listrik?

“Kalau pesan sendiri ke Surabaya biaya mahal, sehingga kami fasilitasi,” katanya.

Kabid itu menambahkan, jika dibeli secara kolektif harganya Rp 22 ribu per liternya. Sementara nitrogen cair ini digunakan sebagai pengawet bibit agar selalu hidup.

“Makanya kami fasilitasi, kenapa harus di Ketejer karena untuk memudahkan peternak,” dalihnya lagi,

Jika bicara anggaran untuk membeli nitrogen atau N2 cair ini, Pemerintah Lombok Tengah harus menyiapkan anggaran Rp. 8 miliar setahunnya. Dia memastikan anggaran tidak ada untuk itu.(dik)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.