LOMBOK – Puluhan warga Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah melakukan aksi demo dan sempat menutup jalan raya desa, Rabu (14/8/2024).
Adapun tuntutan warga meminta lima lokasi galian C di desa setempat untuk ditutup. Lokasi galian C berada di Dusun Pidandang dua titik, Bendere satu titik, Sedau Timur satu titik dan Dusun Cerorong satu titik.
Dampak dari beroperasinya lima titik galian C ini sejak 12 tahun silam mengakibatkan banyak sumur warga mengering, limbah galian berdampak kepada lahan pertanian warga dan mengganggu aktivitas warga setiap hari. Khususnya anak-anak yang hendak ke sekolah.
“Kami masyarakat sudah jenuh dengan keberadaan lokasi galian C ini, bayangkan setiap hari setidaknya 500 dump truck lalu lalang. Debu begitu banyak dan ini sangat mengganggu. Makanya kami minta lima titik galian C ini ditutup segera,” ungkap pemuda Desa Pemepek, Alpian Johari kepada redaksi Koranlombok.id via ponsel.
Kata Alpian, menurut informasi yang pihaknya terima dari lima titik galian C itu diduga kuat ada yang tidak mengantongi izin, ada juga izin sudah tidak berlaku lagi. Namun untuk mencari tahu kebenaran ini, pihaknya masih menunggu data.
“Ini informasi sementara dan belum berani kita bilang tidak ada izin. Namun apapun alasan tetap kami masyarakat minta galian C ini ditutup,” tegasnya.
Dia juga menyayangkan sikap kepala desa yang tidak cepat respons terhadap persoalan ini. Sejak lama disuaraan dan lamban direspons.
“Dan sekarang kami sedang membangun desa wisata dan di sini ada dua titik sudah dibangun dan berjalan. Tapi kenapa Kades kami malah tidak memperhatikan ini dan berpihak kepada masyarakatnya,” sebut dia.
Sebelumnya juga, masyarakat sempat dilakukan mediasi dengan Pemdes dan dihadiri pihak Polsek. Namun hasil mediasi mentok.
“Dan sekarang kami turun demo langsung,” katanya.
Terpisah, Kades Pemepek Marlan yang dikonfirmasi memastikan empat perusahaan telah mengantongi izin operasi galian C di desa yang dia pimpin.
“Empat perusahaan sudah ada kami terima tembusan (izin, red), nah kalau satunya milik Pak Kasim sedang ngurus izin,” ungkapya saat dikonfirmasi Koranlombok.id via telepon.
Sayangnya, Kades Pemepek tidak bisa membeberkan nama-nama perusahaan itu dengan dalih data atau tembusan ada di kantor desa.
Dari persoalan ini, kata Kades, ia mengaku jika sebelumnya sempat dilakukan pertemuan dan dibuatkan berita acara kesepakatan. Dalam pertemuan itu dihadiri Polsek, Camat, BPD, tokoh masyarakat dan forum yang kontra.
“Apa isi berita acara itu perusahaan dan sopir dump truck telah penuhi. Perbaikan jalan, ditutup bak truck, dilakukan penyiraman jalan dan operasi dari jam 8 sampai 5 sore. Itu semua sudah berjalan,” klaimnya.
Kades menyebutkan, dari masyarakat yang demo sekitar 30 orang ini. Di luar sana ada banyak juga yang pro terhadap galian C karena banyak menggantungkan hidup melalui galian C tersebut.
“Banyak warga yang pro, karena banyak kerja di sana manual. Makanya tadi pada saat demo kami mohon agar yang pro tidak melakukan tandingan aksi, ini yang kami jaga,” kata Kades.(red)





