LOMBOK – Camat Kuripan, Iskandar membeberkan jika terdapat dua desa di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat terparah mengalami krisis air bersih. Di antaranya, Desa Kuripan Selatan dan Desa Giri Sasak.
Dijelaskan Iskandar, kondisi ini sudah terjadi sejak 3 sampai 4 bulan terakhir. Selain dua desa itu, desa lain di Kecamatan Kuripan akhir-akhir ini mengalami hal serupa.
“Yang paling parah dua desa itu, tapi kalau terdampak semua,” ungkapnya kepada media, Senin (30/10/2023).
Dijelaskan Iskandar, selama ini diakuinya jika bantuan pemerintah daerah bahkan Provinsi NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Damkar, Polres bahkan PMI selalu ada.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga merasa akan terbantu dengan terbitnya keputusan menteri desa yang membolehkan mengalokasikan 20 persen Dana Desa (DD) untuk ketahanan pangan.
“Kami semua desa di Kecamatan Kuripan sudah mengalokasikan itu. Kami juga minta kepada semua Kades turun dan lakukan monitoring dan buat laporan ke kami pihak kecamatan dan kami tindaklanjut ke kabupate bahkan provinsi,” tegas dia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat Syafruddin menerangkan untuk mengantisipasi krisis pangan pada musim kemarau DD bisa digunakan oleh pemerintah desa.
Dibeberkannya, pada bulan Maret di provinsi sudah dilakukan penyusunan peraturan yang mengatur tentang pemanfaatan DD, dimana DD bisa teralokasi dalam pembangunan untuk meminimalisir resiko bencana yang diinisiasi oleh DPBD NTB. Ia menyebutkan, dalam klausul mengatakan DD bisa digunakan untuk itu.
“Jadi ada slot disiapkan pada penganggaran dalam perencanaan desa,” katanya.
Ditambahkan dia, pendamping desa juga bisa melakukan hal serupa sesuai tugas dan fungsinya. Pendamping desa bisa melakukan sosialisasi kepada kepala desa dan perangkat desa menyusun anggaran.
“Kalau saya melihat pemahaman Kades dan masyarakat tentang memanfaatkan DD sudah dipahami, terlebih 20 persen itu,” jelasnya.
Disamping itu, BPBD Lombok Barat mengklaim sudah mendistribusikan air bersih di semua titik yang membutuhkan.
Di antaranya, 250 ribu liter bantuan dari BPBD NTB sudah pihaknya distribusikan sebanyak 120 ribu liter sementara yang belum 130 ribu liter.
“Tadi (kemarin, red) dua tangki sudah jalan ke lokasi Desan Tereng Lembar, karena paling parah itu di Bumbeleng dan kades minta difasilitasi tando,” ceritanya.(jnm)





