Ancaman Serius Petani di Lombok Timur

oleh -1861 Dilihat
FENDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seperti ini kondisi tanaman padi petani di Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur yang mengalami kekeringan, Senin (15/1/2024).

LOTIM – Ancaman serius petani di Kabupaten Lombok Timur. Pasalnya, sampai dengan saat ini mereka kesulitan memperoleh air. Belum lagi ditambah curah hujan yang tidak merata menjadi factor utama.

Kondisi ini dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Sahri. Pihaknya menyebutkan jika hal tersebut terjadi sebagai dampak dari El Nino, sehingga ada petani yang sudah tanam namun ada juga yang belum tanam.

Sahri memperkirakan sekitar 30 persen luas tanam sudah ditanami petani. Sisanya sekitar 70 persen masih belum melakukan tanam sampai Januari ini.

Baca Juga  Selfie Berujung Maut, Gadis 20 Tahun Tewas di Pantai Semeti

“Dampak El Nino ini cukup berpengaruh, menyebabkan hujan yang turun tidak merata,” ungkapnya, Selasa (16/1/2024).

Pihaknya menjelaskan jika petani masih banyak belum melakukan tanam di wilayah tadah hujan seperti di Kecamatan Sakra Timur, Kecamatan Keruak, dan Kecamatan Jerowaru.

Meskipun demikian, pihaknya memperkirakan jika curah hujan akan kembali normal pada akhir Januari hingga Februari mendatang.

“Kami meyakini petani tidak akan sampai mengalami gagal tanam,” yakin dia.

 

Sementara itu, lahan pertanian di wilayah tadah hujan di Kabupaten Lombok Timur masih dikeluhkan para petani padi. Pasalnya, musim tanam padi tahun ini sangat minim curah hujan hingga membuat musim tanam bergeser dan tidak merata. Ditambah sebagian besar lahan pertanian belum bisa dibajak lantaran air irigasi masih kering.

Baca Juga  Polres Loteng jadikan Atensi Kasus Jual Beras Bansos di Dua Desa

Seorang petani di Kecamatan Sakra Timur, Nurman menyatakan para petani sudah menunggu turunnya hujan sejak pertengahan Desember 2023. Menurutnya waktu tanam padi di Sakra Timur biasanya mulai sejak akhir Desember dan selesai di awal Januari. Namun pergeseran masa tanam saat ini cukup panjang, sebab hingga pertengahan Januari ini baru beberapa petani yang sudah tanam padi.

Baca Juga  PLN Bentuk Tim PDKB Pulau Sumbawa

“Sangat lambat kita tanam padi sekarang,” katanya, Senin (15/1/2024).

Menurut dia, berdasarkan perkiraan para petani musim tanam tahun ini memang akan sedikit curah hujan, sehingga petani harus bergegas mengolah lahan jika ada air irigasi maupun hujan.

“Kalau tanam jangung mungkin cocok, karena tidak butuh banyak air,” katanya.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.