Traffic Light Padam jadi Semrawut, Dewan: Seolah Ada Pembiaran

oleh -2505 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Begini semrawut arus kendaraan di simpang empat Kampung Batuson, Praya.

LOMBOK – Masih ditemukan beberapa traffic light atau lampu lalulintas padam di Kota Praya, membuat banyak pengguna jalan mengeluh. Informasi yang diterima jurnalis Koranlombok.id, satu bulan terakhir ini telah terjadi kecelakaan dipicu lampu lalulintas tak normal.

Baru hanya di simpang empat Kodim 1620 Lombok Tengah yang mulai normal pasca disorot media. Sementara titik lain seperti di simpang empat Kampung Batuson, Praya, simpang empat Jln. Jenderal Sudirman, simpang empat IPDN NTB belum juga normal.

Baca Juga  Polisi ‘Panen’ Pelaku Pencurian di Lombok Timur, 103 Tersangka Diborgol

Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah, I H. Ahmad Supli menyayangkan banyak traffic light tidak berfungsi dengan baik. Menurut dia, ini menjadikan masyarakat terganggu apalagi ketika ada masyarakat dari luar Lombok Tengah berkunjung melihat begitu semrawutnya lalu lintas karena tak berfungsinya.

 

“Lampu lalulintas ini kan jadi bagian depan yang dilihat oleh masyarakat luar. Sebagaimana gedung lampu lalulintas ini wajah depan pembangunan seperti jalan, gedung dan lainnya,” katanya kepada media, Senin (22/1/2024).

Politikus PKS ini meminta kepada Dinas Perhubungan Lombok Tengah untuk menyelesaikan hal tersebut karena seolah ada pembiaran, karena menyangkut citra tata Kota Praya.

Baca Juga  Angin Segar untuk Petani Tembakau di Lombok Tengah, Bakal Dapat Asuransi

Disentil Supli, pada acara perayaan HUT Lombok Tengah beberapa waktu lalu dan saat mengundang group Band Dewa-19, semua lampu lalulintas menyala dengan normal.

“Nah itu kan nggak menarik, sekarang kan masyarakat ragu setiap lewat di lampu merah, mereka diam ternyata lampunya mati,” katanya sembari guyon.

 

Sementara, Sekretaris Dinas Perhubungan Lombok Tengah, H. Lalu Muhammad Zainudin mengakui ada 10 titik lampu lalulintas mati. Sementara itu lampu lalulintas di simpang empat Toyang diklaim telah diperbaiki berkali-kali namun perlu ada penggantian komponen.

Baca Juga  Bawaslu Lobar Rekom Oknum Pejabat Dipecat Secara Tidak Hormat

 

“Kerusakannya berat itu komponen ada yang rusak,” katanya, Selasa (17/1/2024).

Zainuddin menyebutkan, biaya perawatan dan perbaikan biasanya didapatkan dari dana hibah pemerintah pusat. Sementara pada tahun ini dirinya berharap pengajuan dana tersebut diperoleh kembali.

“Kita sudah mengajukan kemarin mudah-mudahan bisa dapatlah,” harapnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.