Indonesia Libas Semua Kategori Urban Konsep Shell Eco Marathon di Sirkuit Mandalika

oleh -1114 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Foto bersama Tim Sapuangin ITS yang lahir sebagai Juara 1 kategori urban konsep.

 

LOMBOK – Tim dari Indonesia lahir sebagai juara di ajang Shell Eco – marathon 2024 di Sirkuit Internasional Mandalika  Kategori Urban Konsep, Jumat (5/7/2024).

Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menjadi juara seperti tahun lalu dengan perubahan bobot sasis dan body menggunakan carbon composite.

Selain itu mereka juga mengembangkan sistem telemetri sendiri untuk mentracking mobil mereka, karena sebelumnya telemetri yang diberikan dari Shell kurang berfungsi untuk mengukur kondisi mobil.

 

Sementara untuk pembiayaan riset, Tim Sapuangin ITS menghabiskan Rp. 100 juta untuk merombak ulang mobil mereka sampai dengan saat ini.

“Prosesnya agak menantang dan agak sulit, banyak hal yang terjadi dan akhirnya bisa kita lewati dan kita bisa juara,” terang Menager Tim Sapuangin ITS, Raihan Naufal Hafidz kepada media.

Baca Juga  GTS Pujut Nyerang Habis-habisan, Bank NTB Syariah Menang Tipis

 

Untuk region championship yang diadakan besok, pihaknya tidak ada persiapan, karena dari pihak Shell memberikan peraturan mobil tidak boleh lagi ada perubahan.

Nantinya masing-masing tim akan mendapat kesempatan free practice satu lap, kemudian balapan akan dilakukan sebanyak 3 lap yang dijadwalkan pada waktu sore.

“Tadi capaian kita 482 kilometer per liter, tahun 423 kilometer per liter, ada perkembangan yang lumayan,” tuturnya.

 

Shell Eco marathon tahun 2024 akan digelar di Qatar, menanggapi hal ini, Raihan masih akan melihat kondisi tim terlebih dahulu karena membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

Baca Juga  Dugaan Intimidasi Wartawan Oleh Oknum Perwira Polda NTB Disesalkan

Sementara itu Tim Semar UGM yang turun dikategori ini menggunakan bahan bakar hydrogen juga berhasil menyabet juara.

 

Manager Tim Semar UGM, Muhammad Arkan Febian Ahermana mengatakan dari tahun ini pihaknya menargetkan juara regional championship.

Untuk persiapan banyak yang telah dilakukan, namun yang terpenting adalah kepercayaan dan kerja tim yang solid  daripada peralatan yang canggih.

“Tahun lalu kami di 278 kilometer per meter kubik, dan tahun ini 178 kilometer per kubik, itu sebenarnya termasuk startegi kami untuk berkompetisi di regional championship,” ujarnya.

Ditambahkan Arkan, pihaknya akan mengikuti Shell Eco marathon tahun depan di Qatar namun masih perlu pertimbangan.

Baca Juga  Komisi III Komitmen Kawal Perbaikan Jalan Ruas Serage - Kumbak

Diketahui pada kategori urban konsep dengan sub kategori Internal Combution Engine (ICE) pada posisi pertama ITS Team Sapuangin, posisi kedua ada Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan ketiga ada Antawirya Gentayu dari Universitas Diponegoro.

Pada sub kategori hydrogen satu-satunya pemenang adalah Team Semar UGM dan di sub kategori battery electric ada Weimana Agnijaya Team dari Universitas Udayana diikuti oleh Apate Elang Energy Team dari Universitas Brawijaya dan terakhir Arjuna Team dari Universitas Indonesia.

 

Masing-masing juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar USD 3000 atau setara dengan Rp. 49.500.000 dan akan mendapatkan kesempatan belajar terkait teknologi motorsport pabrikan Ducati di Thailan (nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.