LOMBOK – Tim dari Indonesia lahir sebagai juara di ajang Shell Eco – marathon 2024 di Sirkuit Internasional Mandalika Kategori Urban Konsep, Jumat (5/7/2024).
Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menjadi juara seperti tahun lalu dengan perubahan bobot sasis dan body menggunakan carbon composite.
Selain itu mereka juga mengembangkan sistem telemetri sendiri untuk mentracking mobil mereka, karena sebelumnya telemetri yang diberikan dari Shell kurang berfungsi untuk mengukur kondisi mobil.
Sementara untuk pembiayaan riset, Tim Sapuangin ITS menghabiskan Rp. 100 juta untuk merombak ulang mobil mereka sampai dengan saat ini.
“Prosesnya agak menantang dan agak sulit, banyak hal yang terjadi dan akhirnya bisa kita lewati dan kita bisa juara,” terang Menager Tim Sapuangin ITS, Raihan Naufal Hafidz kepada media.
Untuk region championship yang diadakan besok, pihaknya tidak ada persiapan, karena dari pihak Shell memberikan peraturan mobil tidak boleh lagi ada perubahan.
Nantinya masing-masing tim akan mendapat kesempatan free practice satu lap, kemudian balapan akan dilakukan sebanyak 3 lap yang dijadwalkan pada waktu sore.
“Tadi capaian kita 482 kilometer per liter, tahun 423 kilometer per liter, ada perkembangan yang lumayan,” tuturnya.
Shell Eco marathon tahun 2024 akan digelar di Qatar, menanggapi hal ini, Raihan masih akan melihat kondisi tim terlebih dahulu karena membutuhkan pendanaan yang cukup besar.
Sementara itu Tim Semar UGM yang turun dikategori ini menggunakan bahan bakar hydrogen juga berhasil menyabet juara.
Manager Tim Semar UGM, Muhammad Arkan Febian Ahermana mengatakan dari tahun ini pihaknya menargetkan juara regional championship.
Untuk persiapan banyak yang telah dilakukan, namun yang terpenting adalah kepercayaan dan kerja tim yang solid daripada peralatan yang canggih.
“Tahun lalu kami di 278 kilometer per meter kubik, dan tahun ini 178 kilometer per kubik, itu sebenarnya termasuk startegi kami untuk berkompetisi di regional championship,” ujarnya.
Ditambahkan Arkan, pihaknya akan mengikuti Shell Eco marathon tahun depan di Qatar namun masih perlu pertimbangan.
Diketahui pada kategori urban konsep dengan sub kategori Internal Combution Engine (ICE) pada posisi pertama ITS Team Sapuangin, posisi kedua ada Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan ketiga ada Antawirya Gentayu dari Universitas Diponegoro.
Pada sub kategori hydrogen satu-satunya pemenang adalah Team Semar UGM dan di sub kategori battery electric ada Weimana Agnijaya Team dari Universitas Udayana diikuti oleh Apate Elang Energy Team dari Universitas Brawijaya dan terakhir Arjuna Team dari Universitas Indonesia.
Masing-masing juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar USD 3000 atau setara dengan Rp. 49.500.000 dan akan mendapatkan kesempatan belajar terkait teknologi motorsport pabrikan Ducati di Thailan (nis)





