LOMBOK – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) berhasil meluncurkan produk terbaru mereka, Gula Aren Briket namanya. Peluncuran dilakukan di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.
Dimana peluncuran ini sebagai bentuk hasil kerja keras dan kolaborasi antara tim KKN UNRAM dan komunitas di desa setempat.
Gula Aren Briket ini merupakan hasil dari pemanfaatan nira pohon aren pilihan yang diproses dengan metode tradisional dan higienis. Produk ini hadir dalam bentuk briket yang praktis dan tahan lama, serta memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula putih. Maka dengan itu, produk ini menjadikan pilihan sehat untuk konsumen.
Dalam proses produksinya, tim KKN UNRAM melibatkan ibu-ibu dari Desa Setiling dan kelompok wanita tani (KWT) sebagai bagian dari agenda SdGs nomor 5 yakni kesetaraan gender, serta memperkuat keterlibatan komunitas lokal.
Dalam peluncuran itu dihadiri Ketua KKN UNRAM, DPL, Kadus Gunung Komak bahkan para tokoh dan masyarakat Desa Setiling.
Ketua KKN UNRAM Adrian Putra Wansyah mengungkapkan kebanggaan atas peluncuran produk tersebut. Maka dengan itu, pihaknya berharap dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan kualitas terbaik dan inovasi terbaru.
“Kami dengan bangga memperkenalkan produk yang telah lama kami persiapkan dengan penuh dedikasi dan inovasi. Produk ini bukan hanya sekadar hasil dari kerja keras tim kami, tetapi juga merupakan jawaban atas kebutuhan konsumen yang semakin dinamis di era modern ini,” terangnya dalam keterangan resmi diterima redaksi Koranlombok.id, Rabu (21/8/2024).
Ia juga menyampaikan, pihaknya yakin bahwa gula briket akan membawa manfaat besar bagi para pelanggan. Baik dari segi kualitas, teknologi, maupun pengalaman pengguna. Produk ini adalah wujud nyata dari komitmen pihaknya untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Kami harap gula briket dapat diterima dengan baik oleh pasar dan menjadi solusi yang tepat bagi para pengguna,” harapnya.
Di tempat yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan Yulfia menyampaikan, peluncuran ini merupakan langkah lanjutan dari keberhasilan produk sebelumnya, serta menekankan pentingnya perbaikan dan pengembangan berkelanjutan.
“Ternyata kita sudah berjalan 2 tahun, ibu-ibu cerita ternyata sudah mulai banyak dikenal dan kita harus terus berinovasi. Dari diskusi-diskusi yang telah dilakukan mari kita lakukan perbaikan dan bagaimana caranya mempertahankan produk yang akan dilaunchingkan ini,” katanya.
Sementara, Kepala Dusun Gunung Komak Zakaria berharap agar produk Gula Aren Briket ini dapat meningkatkan nama baik Desa Setiling dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Zakaria juga mengajak kepala dusun lain untuk berkolaborasi dalam memproduksi gula aren berkualitas.
“Semoga dengan adanya produk gula aren briket ini semua jadi semakin terkenal lagi. Semoga ada proker-proker seperti ini lagi di desa ini maupun di dusun dusun lain. Dan semoga kepala dusun dusun yang lain juga berkenan untuk bekerja sama besok dengan kita semua terkait dengan bisnis gula aren ini,” tuturnya.
Gula Aren Briket hadir dalam beberapa varian rasa, termasuk kopi, jahe, dan susu, masing-masing menawarkan manfaat unik. Varian kopi memberikan energi tambahan, varian jahe meningkatkan kekebalan tubuh, sementara varian susu memberikan kelembutan rasa yang creamy.
“Kemasan gula aren briket dirancang dengan motif tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Desa Setiling, sekaligus memenuhi standar modern dalam hal perlindungan produk dan daya tarik pasar,” sambung Sekretaris KKN-PMD Unram Husnawati.(red)





