Tiga Penggali Sumur Tewas Hirup Gas Beracun di Lombok Tengah

oleh -463 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Tim Basarnas Mataram saat mengevakuasi tiga penggali sumur warga Desa Pengadang Minggu, (8/12/2024).

LOMBOK – Tiga warga penggali sumur di Gubuk Semalun, Dusun Montong Tanggak, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah tewas dalam sumur. Diduga kuat disebabkan kehabisan oksigen di dalam sumur sedalam 14 meter, Minggu (8/12/2024).

Tiga korban ini berhasil dievakuasi oleh Tim Basarnas Mataram sekitar pukul 16.00 WITA. Sementara kejadian tersebut diketahui Kepala Dusun Montong Tanggak, Fadhlah sekitar pukul 11.00 WITA.

Adapun identitas korban, Nasri, Syamsul Rijal dan Sukandi. Dimana saat itu ketiga korban dikabarkan tengah membersihkan sumur.

Baca Juga  Wamenaker Sebut Tingkat Pengangguran di NTB 4,7 Persen

Kronologis kejadiannya, awal peristiwa ini dimana seorang warga sekaligus korban Nasri turun ke dalam sumur hendak mengambil linggis dan sekop. Tidak lama korban terdengar suara minta tolong. Dan tidak bisa mengevakuasi diri dari sumur.

Selanjutnya, Syamsul Rijal yang mendengar suara rekannya minta tolong dan memanggil satu rekanya lagi Sukandi. Mereka kemudian mencoba menolong korban, namun ketika Syamsul Rijal dan Sukandi turun dan masuk dalam sumur malah mengalami lemas diduga kekurangan oksigen dan menghirup gas beracun.

Baca Juga  Ancam Bunuh Istri, Nyawa Suami Melayang di Tangan Kakak Ipar

“Langsung tiang (saya, red) cari bantuan,” cerita Kadus Montong Tanggak Fadhlah.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Basarnas Mataram Saidar mengatakan ketiga korban tersebut diduga kehabisan oksigen karena berdasarkan hasil pengecekan pihaknya, air sumur tercemar gas metana 20 persen dan gas carbon dioksida dari gas pembuangan mesin compressor.

“Kira-kira seperti itu, kita tidak bisa memastikan,” katanya di lokasi.

Untuk evakuasi, pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 12.10 WITA dan menerjunkan satu regu yang terdiri dari delapan orang rescuer. Sementara itu pihaknya melakukan proses evakuasi kurang lebih selama tiga jam.

Baca Juga  Rencana Kenaikan Biaya Haji, Belum Ada Masyarakat Tarik Uangnya

“Untuk kendala korban terakhir itu karena tidak menggunakan baju jadi saat packingnya susah, dan kita kebetulan kehabisan oksigen sehingga harus mengisi dahulu,” bebernya.

 

Selama proses evakuasi berjalan, peristiwa ini menjadi tontonan masyarakat sekitar bahkan setelah semua korban berhasil dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka masing-masing.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.