Kemenag Lombok Tengah Ungkap Penyebab Jadwal Keberangkatan CJH Telat Dikeluarkan

oleh -1500 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Seorang petugas Kemenag sedang mendata koper calon jemaah haji di Aula Kantor Kemenag Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK – Pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah mengakui adanya keterlambatan dikeluarkan jadwal pemberangkaan calon jemaah haji (CJH). Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi mengungkapkan jika keterlambatan disebabkan karena masih dalam proses pendataan.

 

Katanya, CJH asal Lombok Tengah akan tergabung dalam tiga kelompok terbang (keloter). Di antaranya, keloter 2, keloter 6 dan keloter 7. Sementara itu jadwal manifes keberangkatan jemaah haji yang sudah pasti baru keloter 2 dan akan dilepas oleh Pemkab di halaman Masjid Agung, Jumat 2 Mei pukul 06.00 WITA.

Baca Juga  Perindo Dukung Capres yang Melanjutkan Pembangunan Jokowi

 

“Dari jadwal manifes ini yang sudah rampung itu baru keloter 2, Insyaallah akan masuk Asrama Haji tanggal 2 Mei jam 08.00 pagi, Insyaallah terbang tanggal 3 Mei,” terangnya kepada koranlombok.id, Rabu (30/4/2025).

 

Dijelaskan dia, untuk keloter 6 data manifes jemaah masih dalam proses, demikian juga untuk pendataan jemaah yang tergabung dalam keloter 7 mengingat jumlah calon jemaah haji asal Lombok Tengah hanya 48 orang yang rencananya akan digabung dengan jemaah asal Lombok Timur.

Baca Juga  Air Surut, Guru di SDN Pasung Sebut Ini Banjir Terparah

 

“Karena kita menerima rilis pembagian keloter baru beberapa hari ini, sehingga penentuan keloter kita juga daftar manifesnya sedikit menjadi telat,” ungkapnya.

 

Tekait adanya keterlambatan jadwal tersebut, pihaknya mengatakan calon jemaah haji tak perlu khawatir dan tetap akan berangkat dalam waktu dekat.

 

“Insyaallah semua akan bisa terbang dan akan masuk di kloter 6 dan 7,” tegasnya.

 

Syamsul Hadi merincikan, untuk calon jemaah yang tergabung dalam keloter 2 adalah selain dari jemaah haji mandiri juga dari sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) seperti, KBIH Al Aqobah dan KBIH Al Madani.

Baca Juga  WALHI NTB: Pertambangan Bukan Tugas Utama Ormas Keagamaan

 

Untuk keloter 6 selain dari calon jemaah mandiri juga ada dari KBIH Yatofa dan KBIH Al Hakimaini, dan untuk keloter 7 ada calon jemaah mandiri dan dari KBIH Yanmu.

 

“Jumlah calon jemaah haji kita 816 orang dan lansia sebanyak 57 orang lebih banyak yang lebih muda dari 65 tahun. Jemaah paling muda usia 23 tahun dan yang paling tua itu 93 tahun,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.