Oleh: Dwi Aurellia Junila ( mahasiswa UIN Mataram )
FENOMENA penyalahgunaan narkotika masih menjadi masalah serius, khususnya di kalangan remaja. Fenomena ini mencerminkan persoalan sosial dan psikologis dalam masyarakat. Remaja, dalam proses pencarian jati diri dan pengalaman baru, sering kali terjebak dalam perilaku berisiko, termasuk mencoba narkoba.
Faktor-faktor seperti tekanan dari teman sebaya, keinginan untuk diterima, serta kurangnya pengetahuan tentang bahaya narkotika turut mendorong mereka ke arah tersebut. Di sisi lain, akses terhadap narkoba kini semakin mudah, bahkan media sosial turut berperan dalam memperluas peredarannya di kalangan muda.
Banyak remaja tidak menyadari bahwa penggunaan narkoba dapat merusak kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang. Gambaran positif narkotika yang muncul dalam budaya populer juga memperburuk keadaan. Sebagian remaja bahkan menganggap narkoba sebagai sarana untuk meningkatkan status sosial, tanpa memahami risiko yang akan ditanggung.
Untuk mengatasi persoalan ini, edukasi tentang bahaya narkotika harus ditingkatkan. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam membimbing remaja agar dapat membangun pola pikir dan perilaku yang sehat.Lingkungan yang mendukung perkembangan diri juga harus diciptakan, agar remaja tidak menjadikan narkoba sebagai pelarian dari masalah hidup mereka.
Jika tidak ditangani secara serius, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dapat menimbulkan dampak sosial dan kesehatan yang jauh lebih besar di masa depan.






