LOMBOK – Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Muhammad Tauhid mendorong rencana Dinas Perhubungan menghidupkan kembali angkutan umum.
Sebelumnya direncanakan lima armada bus milik Dishub akan melayani pelajar yang saat ini banyak menggunakan sepeda motor dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), serta rawan mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Kami mendukung, bagaimana pun juga keselamatan anak-anak kita dari rumah ke sekolah juga perlu diperhatikan,” katanya kepada koranlombok.id, Jumat (9/5/2025).
Mantan Ketua DPRD Lombok Tengah juga menyoroti saat ini khususnya di wilayah Kecamatan Kopang banyak anak-anak yang memanfaatkan kendaraan umum untuk bersekolah ke sekitar Kota Praya. Namun saat ini terminal angkutan umum yang sebelumnya ada di Pasar Jelojok sudah tidak ada sejak pasar diperluas.
Menurut politikus Gerindra tersebut, secara teknis masih bisa dibahas utamanya oleh Komisi III DPRD Lombok Tengah dengan Dishub. Termasuk terkait tarif dan ketersediaan armada hingga tempat penjemputan seperti halte ataupun terminal.
Ia setuju terkait ide agar Pemkab memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang transportasi untuk mengembangkan sistem angkutan umum kedepan, sehingga armada yang akan tersedia semakin memadai mengingat Lombok Tengah merupakan daerah yang mengandalkan pariwisata.
“Bagus itu selama ada manfaatnya bagi masyarakat kita mengapa tidak, ini kan tentu merupakan langkah maju untuk menata transportasi kita di Lombok Tengah,” tegasnya.
Terpisah, Kepala DinasĀ Perhubungan Lombok Tengah Lalu Herdan mengatakan wacana membangkitkan transportasi umum masih dikaji oleh pihaknya.
Sedangkan saat ini diketahui pertumbuhan kepemilikan kendaraan meningkat cukup pesat, selain itu dari segi penyedia angkutan transportasi saat ini sangat minim karena permintaan penumpang yang tak seberapa sehingga kedua hal tersebut menjadi tantangan Dishub untuk menghidupkan kembali transportasi publik.
“Sebenarnya penyedia layanan transportasi sudah siap, tetapi sehari -hari kan nggak ada penumpang jadinya rugi dan sedikit demi sedikit mundur mengoperasikan transportasi ini kan menjadi persoalan di kita,” katanya kepada media di Praya, Jumat (2/5/2025).(nis)





