Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Bilelando Habiskan Anggaran 22 Miliar

oleh -1430 Dilihat
FOTO TANGKAP LAYAR / Pembangunan gedung Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Bilelando, Praya Timur, Lombok Tengah.

 

 

 

 

LOMBOK — Diam-diam ada proyek dengan anggaran fantastis tengah dikerjakan di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Namanya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando. Anggaran dihabiskan untuk pembangunan KNMP Rp 22 miliar lebih. Dananya bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sekarang progres fisik proyek strategis pada sektor kelautan dan perikanan ini telah mencapai 95 persen. Target rampung Februari 2026.

 

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah, Ahmad Sahwan mengatakan pembangunan KNMP dimulai sejak Oktober 2025 dan dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi nelayan terpadu.

Baca Juga  Gejolak Panjang, Wilayah Nambung Akan Dibagi Dua

 

“KNMP ini diharapkan menjadi pusat pengembangan dan distribusi produk perikanan dari hulu hingga hilir. Dengan begitu, nilai tambah produk lokal meningkat dan kesejahteraan nelayan bisa terdongkrak,” terang Sahwan kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa, 20 Januari 2026.

 

Sahwan menjelaskan, sejumlah sarana dan prasarana yang akan dibangun. Antara lain, gapura, pos jaga, kantor pengelola kampung nelayan merah putih, kios perbekalan, kios pemasaran ikan, balai nelayan, gedung beku portable, pabrik es portable, shelter cool box, tangki air bersih, rumah genset, IPAL, serta TPA.

Baca Juga  Ini Jadwal Pasar Murah di Loteng, Hari Pertama Ludes

 

Menurut dia, struktur keanggotaan KNMP sepenuhnya melibatkan masyarakat asli Desa Bilelando. Pemerintah berharap seluruh warga setempat dapat bergabung dan berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kawasan tersebut.

 

“Kami berharap semua masyarakat Desa Bilelando bisa menjadi anggota dan ikut berpartisipasi, karena kampung nelayan ini dibangun untuk kepentingan bersama,” bebernya.

 

Untuk lahan, KNMP memanfaatkan aset Pemerintah Daerah seluas 1 hektare. Namun, lahan yang digunakan untuk pembangunan saat ini baru sekitar 50 are atau setengah hektare. Proyek ini dikerjakan oleh PT Adi Karya dengan pendampingan konsultan dari kementerian terkait.

 

Dijelaskannya, anggaran 22 miliar lebih ini dialokasikan tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk pemberdayaan masyarakat serta pengadaan peralatan penunjang, seperti sampan, jaring, dan alat tangkap lainnya.

Baca Juga  Ketua Gelora NTB Sebut Lima Indikasi Kegagalan Program Andalan Gubernur

 

“Itu murni pengaturan dari kementerian. Kami di daerah hanya sebagai penerima manfaat, yang terpenting kami menyiapkan lahan,” terangnya.

 

Kendati demikian, KNMP Desa Bilelando tidak termasuk dalam 10 lokasi yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah daerah optimistis keberadaan KNMP ini akan menjadi motor penggerak ekonomi nelayan dan memperkuat Koperasi Desa Merah Putih di Lombok Tengah.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.