LOMBOK – Jembatan penghubung antara Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur dengan Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut diresmikan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, Minggu (6/7/2025).
Dalam sambutannya, bupati mengatakan memberikan akses penghubung dua kecamatan ini dengan membangun jembatan dengan nama Masmirah Bangkit. Kata Pathul, kata Bangkid diambil dari gabungan nama Bangket Parak dan Kidang.
“Bangkit itu Bangket Parak dan Kidang, karena ini ditengah – tengah dan nama ini adalah kesepakatan dua desa,” ujarnya pada media.
Tak hanya sebagai akses ekonomi, nantinya diharapkan melalui akses jembatan ini masyarakat dari dua desa dan wilayah lainnya dapat lebih mudah menuju Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) ataupun menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Sementara itu soal pemintaan masyarakat jalan menuju jembatan yang butuh diperbaiki, bupati mengatakan hal tersebut perlu penganggaran lebih dahulu.
“Kalau akses jalan harus sabar dahulu namanya juga penganggaran,” katanya.
Diketahui jembatan yang memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar 4,5 meter serta tinggi sekitar 49 meter dari sungai tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 9,7 milliar pada tahap kedua dan sebelumnya pada tahap pertama juga menelan anggaran Rp 2.671.231.216.
Sedangkan khusus untuk pembangunan abutmentnya diawal menelan biaya Rp 7.043.261.724 karena dibangun di atas batu cadas sehingga membutuhkan waktu lama.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian menyampaikan, jembatan tersebut bisa diresmikan setelah 25 tahun dinantikan oleh masyarakat.
“Ya kan ada saja yang menjadi kendala ya anggaran, gempa, covid. Pembangunannya dari abutmentnya pada 2023 dan badan jembatannya tahun 2024,” katanya.
Sementara itu masyarakat Desa Bangket Parak dan Desa Kidang juga meminta perbaikan akses jalan menuju jembatan yang diketahui masih belum beraspal dan bergelombang.
Terkait ini pihaknya masih akan mengkaji perhitungan teknis jalan baru tersebut, termasuk soal kondisi tanah. “Makanya harus settle betul, jangan sampai kita baguskan atasnya tetapi bawahnya bermasalah, harapan kita jangan cuma sampai jembatan saja tetapi semua ruas jalan,” pungkasnya.(nis)





