Sinyal Penggusuran, Pathul Terjunkan ASN, TNI dan Polri ke Tanjung Aan

oleh -1882 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Bupati Lalu Pathul Bahri

 

 

LOMBOK – Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri sempat menyinggung masalah di Tanjung Aan pada momen peresmian jembatan penghubung Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut dengan Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Minggu (6/7/2025) sore.

 

Dikatakan Pathul, bahwa arus investasi sangat penting bagi pembangunan di Lombok Tengah. Termasuk untuk pembangunan jalan raya, jembatan, sekolah dan infrastruktur lainnya melalui pajak wisatawan.

 

“Kita rencana mulai berpikir dan menggerakan kondisi pinggir pantai untuk dibangun hotel-hotel, hotel ini untuk siapa? betul kita tidak menginap semeton, tapi saat ada orang menginap semalam bayar sejuta kita dapat Rp 100 ribu Lombok Tengah, kita timbun duit itu untuk apa? untuk bangun jalan bangun jembatan, untuk bangun sekolah dan sebagainya,” ungkapnya di acara peresmiaan.

Baca Juga  Eksklusif Wawancara dengan Anggota Dewan Lombok Tengah Supli

 

Ditegaskan politikus Gerindra ini, sementara itu pada hari Jumat (11/7/2025). Bupati akan mengajak 1.500 orang PNS, 500 sampai 700 anggota polri dan 200 TNI akan menggelar senam bersama di Pantai Tanjung Aan.

Baca Juga  1.507 Kepala Keluarga Terdampak, Lombok Tengah Tanggap Darurat Bencana

Kata Pathul, ini merupakan hasil keputusan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah setelah melakukan rapat terkait masalah di Tanjung Aan.

Pathul menambahkan, terkait adanya penolakan pedagang di Pantai Tanjung Aan pihak ITDC sudah lengkap menyampaikan ke Pemkab jika akan digusur. Mulai disampaikan adanya tahap sosialisasi, diskusi hingga data foto dan lain sebagainya.

Baca Juga  Pilkades Ditunda, DPRD Minta Pemkab Loteng Segera Revisi Perda

 

“Tapi apakah terus semua terhenti dan mundur semua yang dikerjakan ini, tiang tau pemerintah itu paling pertama dijelekan,” katanya.

 

Sementara itu bupati yang ditegaskan kembali oleh awak media tujuan dari senam di Pantai Tanjung Aan, Pathul enggan mau bicara.

 

“Jangan diberitakan dahulu demi kemaslahatan Lombok Tengah,” jawab singkat.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.