Banjir di Mataram, Sekda Firman: Potensi Juga Ada di Lombok Tengah

oleh -1224 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya

 

 

LOMBOK — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya sempat menyinggung bencana alam banjir yang terjadi beberapa titik di Kota Mataram, Minggu (6/7/2025).

Firman menyampaikan, persoalan lingkungan tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah semata. Begitu halnya dengan bencana alam di Kota Mataram sebagai contoh nyata pentingnya keterlibatan semua pihak.

 

“Apa yang terjadi di Mataram itu menjadi contoh luar biasa bahwa dalam pengelolaan lingkungan, semua pihak harus terlibat aktif, tidak hanya mengandalkan pemerintah,”  tegasnya kepada media usai menghadiri acara sosialisasi sadar hukum di Kantor Desa Rembitan, Selasa (8/7)2025).

Baca Juga  Polisi Usut Kasus Pengusiran dan Pemukulan Saksi Partai Gelora

 

 

Menurut mantan Kadis PUPR Lombok Tengah ini, persoalan di Kota Mataram bukan hanya soal sampah, tetapi sudah menjadi masalah lingkungan secara menyeluruh.

 

“Kalau kita di Lombok Tengah belum sepadat Mataram, sehingga apa yang terjadi di sana mudah-mudahan tidak terjadi di Lombok Tengah,” harapnya.

Baca Juga  Susu Kedaluwarsa, Dewan Hamzan Minta Dikes-BPOM Turun Cek Dapur MBG di Mujur

 

Firman menjelaskan, saat ini Lombok Tengah masih memiliki cukup banyak lahan terbuka. Kondisi ini memungkinkan air hujan terserap langsung ke dalam tanah. Namun, di wilayah dengan kepadatan tinggi dan minim daerah resapan, keberadaan drainase menjadi sangat penting.

 

“Di sinilah peran masyarakat sangat dibutuhkan, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” jtegasnya.

 

Firman juga mencontohkan kondisi di simpang empat eks Kantor Bupati Lombok Tengah atau dekat rumah dinas sekda.

Baca Juga  Lalu Alfharouq Klaim Didukung Banyak Tokoh, Salah Satunya Datoq Bagu

“Kalau hujannya lama pasti banjir,” ungkapnya.

 

Sekda menyebutkan jika potensi banjir masih ada di beberapa titik di Lombok Tengah. Misalnya wilayah Leneng dan beberapa titik lainnya. Kendati begitu, program normalisasi belum dilaksanakan secara masif.

 

“Saat ini kita masih mengangkat sedimen secara sporadis. Tapi yang paling penting adalah kolaborasi semua pihak. Itu kuncinya,” tutup Sekda.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.