LOMBOK – Nuraini sekarang tengah menghadapi ujian besar. Putri keduanya yang saat ini berusia 2 tahun bernama, Ayla Shidqia Suci mengalami pembesaran ukuran kepala akibat penyakit hidrosefalus.
Bayi tak berdosa asal Dusun Gulung, Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah tersebut menunjukkan drastis pembengkakan saat memasuki usia dua bulan kala itu.
Diceritakan Nuraini ibu dari bayi malang itu, untuk memenuhi kehidupan sehari – harinya. Dirinya mengandalkan penghasilan suaminya yang merupakan buruh serabutan. Sementara Ayla sampai usia sekarang, belum bisa diberikan makanan lain selain hanya diberikan susu formula.
“Susah, alhamdulilah perhatian tetangga baik, kalau tidak ada uang ya kami pinjam untuk beli susu,” ceritanya di hadapan media, Kamis (17/7/2025).
Kata Nuraini, untuk berobat pihaknya menggunakan BPJS Kesehatan. Ia berharap bantuan dari pemerintah agar putri kecilnya tersebut bisa menjalani operasi pengangkatan cairan secepatnya di kepala.
Kata Nuraini, awal saat di dalam kandungan. Ayla telah diberitahukan oleh dokter berdasarkan hasil USG memiliki gejala pembesaran ukuran kepala.
Bayi yang lahir di RSUD Praya itu memang terlihat normal sampai dengan usia dua bulan. Namun bertambahnya bulan mulai membesar kepala dan Nuraini membawa anaknya ke RSUD Praya untuk diperiksa.
Sekarang ini, di dalam tubuh Ayla ada selang yang dipasang dokter di atas telinga dan menyambung sampai pusar untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepalanya.
Dari kondisi ini, sang ibu mengaku masih tegar atas penyakit yang menimpa anaknya tersebut. Ia yakin ini adalah takdir .”Selama dua bulan awal lahirnya nangis terus dia tidak bisa bergerak, sekarang kan tangan dan kakinya sudah bisa bergerak, kalau tidur harus miring,” ceritanya.
Mendengar kabar ini, Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Ahmad Rifa’i bersama masyarakat Desa Lekor dan Koramil Kecamatan Janapria memberikan bantuan kepada orangtua Ayla.
“Ini merupakan kerjasam antara Ahmad Rifai Foundation, kemudian Kasta NTB dan tidak luput juga Kepala Desa Lekor,” kata politisi PKS tersebut.
Rifai’I berjanji akan meneruskan informasi tentang kondisi Ayla ke Dinas Kesehatan Lombok Tengah, agar bisa memberikan bantuan lanjutan penanganan medis.
“Yang kedua Dinas Sosial juga harus bertindak aktif kalau bisa Bupati dan Wakil Bupati juga, karena saudara kita butuh biaya yang banyak dan juga butuh operasi jadi harus kita kerjasama,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Lekor, Fathu Rijal mengatakan kondisi Ayla telah diperhatikan oleh Pemdes sejak dari kandungan.
Kades mengucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu, karena Pemdes juga memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan.
“Memang anak ini kita deteksi sejak dalam kandungan, memang dikatakan dokter ada cairan di dalam kepalanya sampai melahirkan kami kawal, setelah dua bulan juga kami membawa juga ke Praya,” klaimnya.
Kades menyampaikan, Ayla sempat dirujuk dari RSUD Praya dan menjalani operasi di RSUP NTB pada bulan Juni lalu dan pada Senin kemarin menjalani kontrol lanjutan.
Namun karena ada misskomunikasi antara pihak keluarga dan rumah sakit saat rujukan perawatan, seharusnya dibawa ke Poli bedah syaraf namun pihak keluarga ke IGD sehingga belum sempat mendapatkan pelayanan.
“Rencana kita akan balik kembali ke RSUP NTB pada Senin besok untuk penanganan lanjutan,” pungkasnya.(nis)





