Tokoh Agama Kutuk Eksplorasi Tubuh Wanita, Panitia Fornas Akan Disomasi

oleh -1616 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Pimpinan Umum Pondok Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School Lombok : Muazar Habibi

 

 

LOMBOK – Tokoh agama sekaligus Pimpinan Umum Pondok Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School Lombok, Muazar Habibi mengutuk keras eksplorasi tubuh wanita pada salah satu cabang olahraga di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) di NTB.

Statement keras ini disampaikan langsung Abah Muazar Habibi secara terbuka di akun media sosial facebook pribadinya.

“Saya melakukan live di facebook setelah melihat viral salah satu lomba di Fornas, lomba yang diselenggarakan panitia Fornas yang tidak terseleksi. Saya live dari Samarinda, Kalimantan Timur menyaksikan salah satu mata lomba ada eksplorasi tubuh wanita, seksual dipertontonkan di halayak dilaksanakan juga di NTB, di pulau seribu masjid,” katanya dalam video yang beredar luas.

 

Dikatakan Abah Muazar Habibi, dirinya mengutuk dengan keras dan menyayangkan yang dilakukan oleh panitia Fornas di NTB yang tidak selektif mengadakan lomba. Menurut dia, ini tidak ada unsur pendidikan sama sekali.

Baca Juga  Ribuan Anak Mengalami Hambatan Belajar, Bagaimana Kebijakan Pendidikan di Lombok Tengah?

“Saya minta kepada panitia dan juga gubernur dan wakil gubernur meminta maaf kepada masyarakat NTB atas dilaksanakan salah satu lomba sangat tidak pantas, sangat tidak islami, sangat tidak mendidik karena ini ditonton oleh anak juga,” sebutnya tegas.

 

“Seklai lagi saya mengutuk dengan keras panitia telah melaksanakan kegiatan dan salah satunya eksplorasi tubuh wanita di atas panggung,” sambungnya.

 

Atas kejadian yang viral ini, dirinya menuntut panitia bahkan gubernur dan wakil gubernur untuk meminta maaf kepada masyarakat NTB.

Baca Juga  Di Depan Menteri AHY, Samudi Ceritakan Honor Sebulan 100 Ribu

 

“Ini bukan olahraga tapi eksplorasi tubuh wanita, tidak ada unsur seni, tidak ada unsur pendidikan. Tapi merusak moral generasi bangsa,” katanya.

Selain itu, Abah Muazar Habibi akan menunggu 1 x 24 jam penyampaian permohonan maaf panitia Fornas, gubernur dan wakil gubernur. Jika tidak, atas nama Ponpes yang dirinya pimpin akan mensomasi panitia Fornas atas dilaksanakan eksplorasi tubuh wanita di atas panggung.

“Jika tidak kami akan minta pertanggungjawab secara moral kepada panitia, gubernur dan wakil gubernur,” tegasnya lagi.

 

 

Sementara dikutip dari lombokinsider.com Ketua Panitia Pelaksana (Panlak) Fornas Nauvar Furqani Farinduan mengaku pihaknya langsung mengatensi sorotan publik tersebut dengan langsung melakukan verifikasi kepada inorga terkait.

“Kami meminta jika ada mata lomba yang serupa untuk dapat segera dihentikan. Kami sudah menympaikan keberatan,” ungkap Nauvar Furqani.

Baca Juga  Bule Wanita Asal Tiongkok Dijambret di Kuta Mandalika

 

Nauvar Furqani menjelaskan prosedur penentuan cabang-cabang inorga dalam setiap pelaksanaan FORNAS. Dimana kewenangan penentuan jenis lomba dan mata lomba merupakan ranah dari inorga pusat. Beberapa mata lomba ini kemudian dirumuskan dalam satu technical handbook, baru kemudian technical handbook diserahkan kepada Korminas untuk selanjutnya disampaikan kepada Panlak.

Dalam menganalisi technical handbook tersebut, pihak Panlak fokus pada penyiapan dari teknis lomba, bukan substansi. Pihak inorga maupun korminas seharusnya memberikan catatan perihal mata lomba yang ada.

 

“Pada titik ini, mengenai hal yang terjadi, kami tidak mendapatkan gambaran yang utuh,” kata Nauvar.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.