LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Supli merespons keluhan masyarakat soal kelangkaan tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram.
Katanya, selain pemerintah semua unsur harus mencari tahu apa penyebab kelangkaan tabung elpiji. Diharapkannya ada langkah untuk menjawab keluhan masyarakat.
“Keluhan masyarakat harus segera ditutup dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya kepada jurnalis koranlombok.id, Senin 15 September 2025.
Sementara itu salah satu pedagang soto dan lalapan di Praya, Nur Afsohah mengatakan sulit mencari tabung gas 3 kilogram di sekitar Kota Praya. Kondisi ini sudah berlangsung selama satu bulan terakhir.
Untuk keperluan warungnya paling tidak dibutuhkan minimal empat tabung gas untuk memasak soto dan menggoreng lalapan, sedangkan saat ini penukaran gas ukuran 15 kilogram juga tidak ada.
“Ini susah sekali, biasanya setiap hari kita ada langganan yang selalu antrakan tapi sejak langka ini sudah tidak ada, ini aja suami saya cari tabung gas sampai ke Sengkol,” katanya.
Dengan kondisi langkanya gas juga menyebabkan pengecer menjual dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 27 ribu.
Dia mengaku omzet berkurang, namun soal harga makanan dirinya tidak berani menaikan karena khawatir akan diprotes oleh pelanggan lainnya.
“Ya namanya kita butuh ya berapa pun dijual kita berani beli,” katanya.(nis)







